Sabtu, 28 Desember 2013

X-Keyscore Menyadap Dunia

Email pribadi, dokumen rahasia, belanja internet atau komunikasi di jejaring sosial, semua itu cuma berjarak beberapa klik saja dari jangkauan piranti lunak X-Keyscore yang digunakan NSA.


Skandal pengawasan internet yang melibatkan dinas rahasia Amerika Serikat NSA mendapat bumbu baru. Edward Snowden mengklaim, program spionase X-Keyscore yang digunakan NSA ternyata mampu memata-matai pengguna Internet dengan lebih akurat. Entah itu berupa kicauan di dunia maya atau bahkan pembelian barang - tidak satupun luput dari jangkauan dinas rahasia AS tersebut.
Piranti bernama X-Keyscore itu tidak lain adalah sebuah mesin pencari yang mampu mengakses email-email pribadi, dokumen rahasia, jejaring sosial atau bahkan pembicaraan telepon - nyaris semua informasi yang bisa didapat di dunia maya. Snowden pernah menyerahkan setumpuk dokumen milik NSA kepada harian Inggris "The Guardian".

Dokumen itu adalah modul pelatihan untuk pegawai baru. Di situ terlihat tampilan piranti dengan pilihan menu yang sederhana, soal siapa yang dicari atau siapa yang seharusnya diawasi. Harian tersebut mengklaim, cuma dengan beberapa klik saja, seorang pegawai bisa mengawasi semua jalur komunikasi pengguna internet.
Untuk membaca email pribadi seseorang cuma dibutuhkan alamat emailnya saja. Sementara sistem percakapan di Facebook bahkan bisa diakses dengan mencantumkan nama pengguna. Sifatnya yang sederhana membuat X-Keyscore lebih berbahaya. "The Guardian" mengklaim, siapapun yang berkomunikasi dalam bahasa asing, masuk ke dalam kategori tersangka oleh piranti tersebut.


Markas Besar National Security Agency (NSA) di Bluffdale, negara bagian Utah, Amerika Serikat
Berbeda dengan Prism, X-Keyscore mampu mengkombinasikan berbagai informasi, misalnya apa yang ditulis seorang pengguna internet di laman Facebook milik rekannya, buku apa yang dibelinya di internet dan pada demonstrasi apa ia menggunakan ponselnya. Dengan X-Keyscore, semua informasi tersebut cuma berjarak beberapa klik saja.
Piranti itu juga mampu melaksanakan penyelidikan secara independen melalui beberapa kata pencarian. Jika sudah ditemukan, tersangka akan diawasi dengan seksama, termasuk merekam jejak komunikasinya.
Untuk menopang sistem dengan jumlah data yang besar itu, NSA mengklaim memiliki 500 server di 150 tempat di seluruh dunia, termasuk di antaranya Rusia. Belum jelas bagaimana NSA bisa mengakses data-data tersebut. Sejumlah pakar memperkirakan dengan cara menyadap sambungan kabel bawah laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar