Senin, 03 Maret 2014

Project Ara, Anda Bisa Merakit Ponsel Layaknya Merakit PC

CHIP.co.id - Banyak sekali pembaca CHIP yang antusias mengikuti perkembangan Project Ara. Untuk Anda yang belum tahu, Project Ara adalah sebutan untuk proyek pembuatan telepon seluler pintar modular atau ponsel rakitan yang pertama kali dicetuskan Motorola beberapa waktu lalu. Ketika Google menjual Motorola ke Lenovo, banyak yang bertanya, bagaimana nasib Project Ara?



Jawabannya kita tahu, Project Ara tetap dilanjutkan karena divisi yang bertanggung jawab atas proyek itu, Advanced Technology and Projects (ATAP) tetap dipertahankan Google. Proyek ini terbilang ambisius karena belum ada sejarahnya produsen membuat ponsel rakitan layaknya PC.
Dipimpin oleh Regina Dugan, mantan Direktur Defense Advanced Projects Agency (DARPA) Departemen Pertahanan AS, ATAP kini berada langsung di bawah kendali Google. Purwarupa ponsel pertama dari Ara diharapkan sudah akan tersedia beberapa minggu lagi dan peluncurannya secara komersial pada awal tahun depan.


Ide utama Project Ara adalah membantu konsumen yang gemar "ngoprek" untuk mengutak-atik ponsel mereka tak sekadar dengan mengganti ringtone, wallpaper, warna bodi atau custom ROM, tetapi juga bentuk dan fungsinya. Di sisi lain, sama seperti OS Android saat ini, yang terlibat dalam pengembangan peranti keras ponsel tak cuma perusahaan raksasa, tetapi ratusan bahkan ribuan perusahaan kecil lainnya. Karenanya, proyek ini akan bersifat terbuka, yang artinya setiap produsen boleh memproduksi peranti keras khusus buat produk Ara. Hal itu mirip dengan Android, kan? semua pengembang mulai dari studio raksasa sampai anak SMA bisa bikin aplikasi untuk Android.


“Pertanyaannya pada dasarnya, bisakah kita membuat apa yang telah kita lakukan di Android dan platform lain di sisi peranti lunak diterapkan di peranti keras?” kata Paul Eremenko, pemimpin Project Ara kepada Majalah Time beberapa waktu lalu. Time seca khusus mengulas proyek ini lebih dalam.

Dengan Ara, Google berharap bisa mengajak ratusan bahkan ribuan produsen peranti keras terlibat membuat ponsel, seperti ribuan pengembang yang ikut mengembangkan aplikasi untuk Android.
Nah, banyak CHIPers yang bertanya, apakah harga US$50 yang ditawarkan Google untuk ponsel pintar Project Ara sudah termasuk paket lengkap atau kerangkanya saja?
Agar lebih jelas, harga itu hanya berlaku untuk kerangka saja. Kerangka tersebut hanya dilengkapi Wi-Fi dan tak ada koneksi seluler. Pengguna kemudian bisa membangun ponsel seperti yang mereka sukai dengan bermacam-macam modul, misalnya menambahkan kamera, prosesor kelas rendah sampai kelas tertinggi, speaker, koneksi 3G, LTE, dan banyak lagi.
“Kami tak ingin sekadar membuat sesuatu yang bisa dipersonalisasi, dan bukan hanya sesuatu yang unik, tetapi sebenarnya sesuatu yang ekspresif, sehingga orang bisa menggunakannya sebagai kanvas untuk menuliskan cerita,” kata Eremenko. “Sehingga Anda bisa meletakkan ponsel Anda di meja makan malam, dan ia menjadi bahwan pembicaraan selama lima belas menit pertama acara makan malam itu.”

Bagaimana dengan ukuran kerangka itu?
Akan ada tiga ukuran kerangka yang berbeda: mini, medium dan jumbo. Ia terbuat dari aluminium, dan memiliki sirkuit jaringan, dan baterai cadangan. Tiap kerangka akan memiliki modul konektor, misalnya, ukuran medium punya 10 konektor.
Modul yang bisa dibuka-tutup ini bisa dilepas tanpa harus mematikan telepon. Ukurannya juga tergolong tipis, hanya 4mm, sehingga ponsel yang sudah terakit utuh hanya berukuran sekitar 9,7mm. Sebagai gambaran, iPhone 5S memiliki ketebalan 7,6mm dan Samsung Galaxy S5 8,1mm. Cukup tipis bukan?

“Tantangan terbesar dari proyek ini adalah bahwa telepon seluler adalah salah satu benda yang dibuat paling terintegrasi saat ini, dan kami ingin memisahkannya menjadi potongan-potongan modular,” kata Ara Knaian, Lead Mechanical Engineering Project Ara.
Untuk menyukseskan Project Ara, Google telah menggandeng NK Labs untuk merancang listrik, mekanik, dan rekayasa peranti lunak dan sistem 3D untuk membuat printer 3D berkecepatan tinggi bisa memproduksi kerangka Ara. Jadi, kerangka produk ini akan dicetak langsung dari printer 3D.
Untuk menahan masing-masing modul, misalnya, ketika ponsel terjatuh, kerangka Ara akan dilengkapi perekat dan magnet agar tak ada komponen yang longgar.
Bagaimana perkembangan Ara sejauh ini?

Google, Rabu (26/2) mengumumkan, mereka akan menggelar pertemuan dengan developer Ara pada 15 dan 16 April mendatang dalam acara “Ara Developer’s Conference.” Konferensi tersebut akan tersedia juga secara online disiarkan langsung dari Computer History Museum, California.
Apakah Project Ara akan diluncurkan secara global?
Masih terlalu dini untuk menanyakan hal tersebut. Pasalnya, di Amerika Serikat saja, regulator perangkat telekomunikasi (FCC) belum mengeluarkan sikap karena memang produk ini belum jadi. Tetapi, menurut Eremenko, FCC sejauh ini sangat mendukung proyek tersbeut karena mereka menganggapnya baik untuk industri Amerika. Jika ada ribuan produsen peranti keras yang terlibat memproduksi modular Ara, mungkinkah, menurut Anda, ponsel ini hanya akan tersedia di Amerika Serikat dan atau Eropa saja?

Sumber : chip.co.id

Kamis, 13 Februari 2014

ARM Cortex-A17 Sengaja Dirancang untuk Smartphone Kelas Menengah

Banyak pecinta gadget yang lebih menyukai ponsel pintar Android kelas atas, seperti buatan Samsung, LG dan beberapa produsen lainnya. Namun sebenarnya, tak sedikit produsen masih tertarik memproduksi perangkat kelas menengah yang harganya terjangkau dan juga memiliki kualitas menarik.
 
Sebagai contoh, HTC yang dikenal sering kali meluncurkan ponsel bagi pengguna high end, kini tertarik untuk meluncurkan ponsel kelas menengah, seperti HTC One mini. Sementara itu, Motorola memperkenalkan Moto G.
 
Hal tersebut memacu produsen prosesor ARM untuk menghadirkan produk terbaru yang sesuai untuk ponsel kelas menengah. Belum lama ini, mereka memperkenalkan Cortex - A17. Berbeda dengan prosesor sebelumnya, seperti Cortex - A15, A17 benar-benar ditujukan untuk perangkat kelas menengah.
 
Dibangun menggunakan proses pabrikasi 28nm, Cortex - A17 memiliki arsitektur big.LITTLE yang juga ada di lini prosesor Samsung Exynos. Keunggulan lainnya, prosesor ini memiliki kinerja 60 persen lebih optimal dibandingkan Cortex - A9 yang menjadi jantungnya Tegra 3. Cortex - A17 juga diklaim menjadi prosesor yang lebih bertenaga dibandingkan Snapdragon 400 besutan Qualcomm.
 
Sampai dengan tahun 2015 nanti, Cortex - A17 akan menjadi produk andalan ARM yang menjadi referensi produsen prosesor yang lain.
 
Sumber: chip.co.id

MDM: Pengawal BYOD

 “Pernah dengar istilah MDM?”  tanya seorang teman. Yang dimaksud teman itu pasti bukan “Mid Day Meal”, karena pada saat itu kami sedang berdiskusi tentang teknologi informasi (TI). Bukan pula salah satu metode diet terbaru untuk melangsingkan badan. Lantas, apa itu MDM di lingkungan TI?
Jawabannya adalah Mobile Device Management. Seiring laju perkembangan mobilitas saat ini, apalagi ketika mobilitas diikuti tren Bring Your Own Device (BYOD), merangsek ke lingkungan korporasi atau enterprise, lahir satu kebutuhan baru di lingkungan TI. Korporasi membutuhkan perkakas atau tools untuk mengatur berbagai perangkat bergerak (mobile), seperti ponsel pintar atau komputer tablet, sehingga policy dan konfigurasi yang sudah ditetapkan departemen TI dapat diterapkan  pada perangkat-perangkat tersebut. Tools berbasis software inilah yang kemudian dikenal dengan nama MDM.

Secara strategis, pengaturan BYOD dapat dilakukan melalui dua cara pendekatan. Pertama, pendekatan Walled Garden. Biasanya dengan cara ini, kontrol aplikasi atau media ada di tangan operator telekomunikasi. Menurut saya, hal ini tidak sesuai jika diimplementasikan oleh perusahaan besar.
Kemudian, ada pula pendekatan Enterprise Workspace. Nah, ini adalah cara yang biasa dilaksanakan oleh perusahan, sehingga perusahaan memiliki kontrol penuh terhadap semua perangkat, bahkan termasuk aplikasi, content, dan medianya. Hal ini tanpa mengorbankan kepentingan si pemilik perangkat bergerak.

Pemain Lama vs. Baru
Sekarang, mengapa perusahaan membutuhkan MDM? Jawabnya karena tools ini dapat membantu perusahaan mengelola transisi dari komputasi berbasis desktop ke komputasi mobile yang lebih kompleks; mengelola lingkungan komunikasi dengan tetap mengedepankan faktor  keamanan data dan informasi; dan mengelola layanan jaringan, serta semua perangkat lunak plus perangkat keras dengan berbagai platform atau sistem operasi. Pengelolaan semacam ini menjadi makin penting karena tren Bring Your Own Device telah menjadi inisiatif yang mulai banyak dilirik perusahaan, bahkan pada saat ini telah menjadi fokus di berbagai perusahaan besar.

MDM sebenarnya bukan barang baru. Perangkat lunak ini dapat membantu pengelolaan peralatan korporasi maupun perangkat yang dimiliki pribadi (BYOD), dan implementasinya dapat dilakukan pada datacenter milik perusahaan, maupun melalui SaaS dan juga cloud.
Siapa saja penyedia MDM? Ada banyak nama besar yang menawarkan MDM, seperti IBM, SAP, Symantec, TrendMicro, McAfee, dan LANDesk. Namun, menurut rilis terakhir evaluasi Gartner lewat Magic Quadrant nya, nama-nama tersebut justru tidak termasuk dalam kategori “Leader & Visioner”. Justru ada nama-nama baru yang disebutkan Gartner, seperti MobileIron, AirWatch, dan FiberLink.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Saya rasa, itu karena adanya tuntutan akan tataran mobile yang lebih updated. Sementara banyak dari para pemain lama tersebut masih berkutat di “dua kaki”. Maksudnya, tools yang mereka tawarkan dapat dipakai oleh dua jenis platform, yakni mobile device dan notebook. Strategi seperti ini justru menimbulkan celah dan kelemahan pada solusi yang ditawarkan pemain lama, ketika tools tersebut dievaluasi hanya untuk perangkat bergerak. Sementara bagi pemain baru, mereka benar-benar memfokuskan kemampuan tools-nya untuk berjalan hanya pada perangkat bergerak, sepert smartphone dan komputer tablet saja.

Menyeluruh, MDM Taklukkan Multi OS
Aneka feature pada  MDM akan sangat dibutuhkan oleh korporasi setelah mereka masuk dalam platform baru, yaitu mobilitas. Sebenarnya ada bermacam-macam software yang dapat memecahkan masalah seputar platform mobile di lingkungan TI enterprise. Namun yang dibutuhkan adalah sebuah solusi menyeluruh. Nah, di sinilah MDM menunjukkan peran yang signifikan dalam mendukung kebutuhan mobilitas di perusahaan, akibat meningkatnya permintaan para pengguna dan beragamnya perangkat bergerak yang ingin mereka gunakan di lingkungan perusahaan.

Dulu, kebanyakan enterprise hanya menggunakan BlackBerry sebagai perangkat mobile standar perusahaan. Walhasil hal ini tidak menyusahkan. Pasalnya, orang TI cukup mengelola satu macam sistem operasi saja sehingga lebih memudahkan mereka. Maka, MDM belum terlalu dibutuhkan.
Namun sekarang, perangkat mobile kian menjamur. Selain iPad, kita juga mengenal berbagai perangkat berbasis Android, seperti yang dibuat Samsung, HTC, Motorola, LG, Sony, Google, dan sebagainya. Perangkat tersebut hadir dalam bentuk ponsel pintar maupun komputer tablet. Belum lagi sistem operasi Windows Mobile 8 yang mungkin dirilis Microsoft tahun depan. Untuk pengelolaan yang lebih efisien dan efektif, mau tak mau perusahaan harus menggunakan satu sistem, yaitu MDM.
Untuk itu, MDM yang akan dipilih sebaiknya memiliki berbagai kemampuan untuk mengelola dan mendukung aplikasi mobile, baik dari sisi content (isi dan datanya) maupun sistem operasinya. Komponen apa yang harus dimiliki sebuah solusi MDM? Antara lain, Configuration, Update, Patches/Fixes, Backup/Restore, Provisioning, otorisasi software monitoring, Transcode, Hosting, MEAPs (Managed Mobile Enterprise Application Platforms), Development, dan sinkronisasi background.

Selain itu, MDM pun harus memiliki kemampuan Network Service Management untuk mendapatkan informasi dari perangkat seluler dan jaringan. Hal ini bertujuan agar perusahaan dapat mengetahui lokasi penggunaan Procurement dan Provision, Reporting, Helpdesk/Support, Usage, Service, dan Contact. Adapula fungsi Hardware Management yang mencakup manajemen aset, seperti  provisioning dan support. Di dalam fungsi ini harus ada Procurement, Provisioning, Asset/inventory, Activation, Deactivation, Shipping, Imaging, Performance, Battery Life, Memory, dan sebagainya.
Yang tidak boleh ketinggalan dan tidak kalah pentingnya adalah MDM  harus memiliki feature Security Management demi meraih pengetatan keamanan perangkat, otentikasi, dan enkripsi. Feature ini umumnya mencakupkan berbagai kemampuan, seperti Remote Wipe, Remote lock, Secure Configuration, Policy Enforcement Password-enabled, Encryption, Authentication, Firewall, Antivirus, Mobile VPN, dan sebagainya.

Nah, sebelum departemen TI kebanjiran permintaan user tentang penggunaan perangkat mobile, sebelum para staf divisi Support Anda angkat tangan melayani user, dan sebelum data perusahaan bocor karena banyak pengguna menggunakan atau memindahkan data perusahaan ke layanan semacam DropBox, sebaiknya bersiaplah dengan MDM.

Sumber: infokomputer

Jumat, 31 Januari 2014

Contoh Implementasi Penerapan Jaringan Komputasi

VLAN

Penggunaan Virtual LAN (VLAN) dalam suatu jaringan LAN adalah bersifat opsional dan biasanya dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu yang khusus seperti misalnya alasan keamanan dan pemisahan departemen. VLAN memberikan suatu metode  yang sangat flexible untuk mengelola segment-segment atau subnet-subnet jaringan yang bisa digunakan untuk mendifinisikan lokasi terpisah atau jaringan-jaringan departemental  menggunakan switch LAN yang mendukung standart 802.1Q. Jika menggunakan VLAN dalam jaringan-jaringan yang mempunyai swith yang saling terhubung, VLAN trunking antar switch diperlukan.
Untuk sebuah jaringan LAN kecil misal dirumahan atau dikantoran kecil, tidak ada alasan untuk membuat VLAN. Akan tetapi ada beberapa motivasi untuk membuat VLAN yang meliputi alasan berikut ini:
  • Untuk mengelompokkan user berdasarkan departemen, atau mengelompokkan suatu group pekerja kolaborasi, ketimbang berdasarkan lokasi.
  • Untuk menurangi overhead dengan membatasi ukuran broadcast domain
  • Untuk menekankan keamanan yang lebih baik dengan menjaga piranti-piranti sensitive terpisah kedalam suatu VLAN
  • Untuk memisahkan traffic khusus dari traffic utama – misalkan memisahkan IP telephoni kedalam VLAN khusus terpisah dari traffic user.
Tanpa VLAN, sebuah Switch akan memperlakukan semua interface pada switch tersebut berada pada broadcast domain yang sama – dengan kata lain, semua piranti yang terhubung ke switch berada dalam satu jaringan LAN. Dengan adanya VLAN, sebuah switch bisa mengelompokkan satu atau beberapa interface (baca port) berada pada suatu VLAN sementara interface lainnya berada pada VLAN lainnya. Jadi pada dasarnya, switch membentuk beberapa broadcast domain. Masing-masing broadcast domain yang dibuat oleh switch ini disebut virtual LAN.

Core switch

Contoh core switch
Core switch adalah switch dengan kapasitas tinggi dan umumnya ditempatkan pada backbone utama dari suatu jaringan. Core switch berfungsi sebagai pintu gerbang ke wide area network (WAN) atau internet. Core switch juga dikenal sebagai tandem switch atau backbone switch.

Server farm

Sebuah server farm disebut juga computer cluster, yaitu sekelompok server yang ada di suatu lokasi yang sama. Server-server ini dikoneksikan dalam jaringan secara bersama, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan server yang sulit bahkan tak mungkin dilakukan oleh hanya 1 server. Dengan sebuah server farm, beban kerja didistribusikan diantara komponen-komponen server yang ada, memberikan cara untuk meringankan tugas-tugas komputerisasi berat dan  proses komputasi dapat dipercepat.

Dmz (demilitery zone)

Contoh dmz switch
DMZ adalah kependekan dari “demilitarized zone”, dan di dunia komputer, DMZ  merupakan suatu zona penyangga yang memisahkan Internet dan LAN privat. Microsoft menyebut DMZ sebagai “Screened Subnet”.

Contoh implementasi

Topologi jaringan radiologi di National Hospital
Sebagai contoh implementasi akan saya gunakan topologi konseptual jaringan di National Hospital untuk Departemen Radiologi. Atas dasar pertimbangan bahwa kebutuhan bandwidth yang besar untuk distribusi citra medis hasil pencitraan modality maka jalur koneksi antara modality dan picture archiving and communcation system (PACS) server harus dipisahkan dari yang lain (dengan menggunakan VLAN300). Sedangkan untuk kebutuhan teleradiologi dan pembacaan citra medis di PACS workstation di dalam departemen radiologi dan di poliklinik menggunakan jalur  VLAN100, bersama dengan hospital information system (HIS). Pada penerapan teleradiologi, untuk memperkecil tingkat resiko terjadinya bahaya ancaman dari luar (internet) bagi keamanan jaringan internal RS, DMZ switch digunakan untuk memisahkan jaringan internal RS dengan Internet.

Perbedaan Teknologi 1G, 2G, 2.5G, 3G, 3.5G, 4G Dan 5G

Perbedaan Teknologi 1G, 2G, 2.5G, 3G, 3.5G, 4G Dan 5G - Yang pertama harus diketahui adalah huruf “ G ” di situ berarti Generasi, jadi ketika anda mendengar ada orang yang berbicara mengenai jaringan 4G, maka itu artinya mereka sedang membicarakan mengenai jaringan wireless berbasis pada teknologi jaringan generasi ke 4.

Agar lebih faham mari kita telusuri dari generasi pertama (1G) dimana ponsel benar-benar disebut ponsel, tidak disebut ponsel pintar (smart phone) atau ponsel bodoh, atau ponsel super atau apapun itu. yang pasti mereka akan terlihat menonjol di saku anda.

Mereka sangat sederhana hanya digunakan untuk menelfon saja. tidak ada yang lain, tidak ada fitur jejaring sosial, tidak membutuhkan flash player 10.1 tidak ada yang mengupload hasil jepretan kamera 5 Mega Pixel ke filcker dan mereka tidak berubah menjadi hotspot nirkabel yang bisa menghubungkan beberapa ponsel lainnya ke internet.
Teknologi sekarang sudah sangat maju dan GPRS, EDGE, UMTS, HSDPA adalah generasinya. GPRS adalah generasi pertamanya disusul dengan Edge dengan memberikan layanan agak cepat lalu 3G dengan menghadirkan layanan tercepat dan akhirnya teknologi sekarang 3.5G menyingkirkan semua dengan menghadirkan layanan sangat cepat untuk mengakses data, dan mungkin akan hadir layanan 4G.

Perjalanan Generasi

G stands for Generation and is related to data transmission speed
  1. 1G - Original analog cellular for voice (AMPS, NMT, TACS) 14.4 kbps
  2. 2G - Digital narrowband circuit data (TDMA, CDMA) 9-14.4 kbps
  3. 2.5G - Packet data onto a 2G network (GPRS, EDGE) 20-40 kpbs
  4. 3G - Digital broadband packet data (CDMA, EV-DO, UMTS, EDGE) 500-700 kbps
  5. 3.5G - Replacement for EDGE is HSPA 1-3 mbps and HSDPA up to 7.2Mbps
  6. 4G - Digital broadband packet data all IP (Wi-Fi, WIMAX, LTE) 3-5 mbps
  7. 5G - Gigabit per second in a few years (?) 1+ gbps
GPRS (General Packet Radio Service) : suatu teknologi yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan paket data. GPRS sering disebut dengan teknologi 2.5G. Fasilitas yang diberikan oleh GPRS : e-mail, mms (pesan gambar), browsing, internet. Secara teori GPRS memberikan kecepatan akses antara 56kbps sampai 115kbps.

EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) : teknologi perkembangan dari GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing).

UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) : perkembangan selanjutnya dari EDGE. UMTS sering disebut generasi ke tiga (3G). Selain menyediakan fasilitas akses internet (e-mail, mms, dan browsing), UMTS juga menyediakan fasilitas video streaming, video conference, dan video calling*). Secara teori kecepatan akses UMTS sekitar 480kbps.

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan perkembangan akses data selanjutnya dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi pastinya HSDPA lebih cepat lah. Kalau gak lebih cepat apa gunanya menciptakan HSDPA. Semakin baru tekonologi pastinya semakin bagus.

Perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut :

Generasi pertama : hampir seluruh sistem pada generasi ini merupakan sistem analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).

Generasi kedua : dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT.

Generasi ketiga : digital, mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.

4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).

PERBEDAAN 1G, 2G, 2.5G, 3G, 3.5G, 4G DAN 5G
1G

Jaringan 1G pertamakali ditemukan di tahun 1980 ketika AMPS di Amerika bekerjasama dengan TACS dan NMT di Eropa membuat terobosan di teknologi jaringan. Saya tidak perlu menjelaska singkatan dari AMPS dll, karena tidak akan ada kuis berhadiah Iphone 4G yang akan menanyakan singkatan itu.

Yang harus anda ketahui adalah bahwa ini adalah standar baru dari teknologi jaringan. zaman dimana campur tangan manusia sudah tidak terlalu dibutuhkan semuanya benar benar sudah otomatis dan dengan bentuk yang kecil tentunya. karena ini adalah ponsel generasi pertama mereka membuat nya sangat serius mereka membuat ponsel yang kuat dan handal yang akhirnya tersebar ke seluruh dunia.

2G

Pada awal tahun 90-an untuk pertama kalinya muncul teknologi jaringan seluler digital. yang hampir bisa dipastikan memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan teknologi jaringan analog (1G) seperti suara lebih jernih, keamanan lebih terjaga dan kapaistas yg lebih besar. GSM muncul terlebih dahulu di Eropa sementara Amerika mengandalkan D-AMPS dan Quallcomm CDMA pertama mereka. kedua sistem ini (GSM dan CDMA) mewakili generasi ke dua (2G) dari teknlogi jaringan nirkabel, mereka berbeda, mereka unik mereka Asli. dan juga kenyataan bahwa generasi Pertama telah pupus satu dekade yang lalu. sehingga harus ada generasi yang baru.

Generasi kedua memiliki memiliki fitur CSD sehingga transfer data lebih cepat. sekitar 14.4KBPS. anda juga dapat mengirimkan pesan teks. akan tetapi Fitur CSD ini membuat Tagihan bualanan anda membengkak.karena jika anda ingin terhubung ke internet anda harus menggunakan dialup yang dihitung permenit. kecuali anda punya percetakan uang sendiri dirumah ;)

Pada tahun tahun selanjutnya ketika orang-orang sudah ketagihan internet, ketika mereka mengecek email setiap hari mereka merasa sudah harus ada perubahan, mereka membutuhkan akses data yang lebih cepat dari yang ada saat itu. GPRS memang lebih bagus dari 2G tapi tidak cukup bagus jika kita bandingkan dengan 3G yang benih benih nya sudah mulai muncul ketika GPRS di umumkan untuk pertama kali.

2.5G

GPRS (The General Packet Radio Service) – 2.5G – adalah terobosan terbaru di generasi ke dua ini. GPRS jg adalah akar dari munculnya 4G. lahir pada tahu 1997 GPRS dengan sigap menggantikan CSD yang boros. dengan GPRS anda bisa dipastikan “Always on” anda dapat terhubung ke internet dimana saja dan kapan saja. secara teori kecepatan gprs mampu mencapai 100kbps walau dalam kenyataannya kita tidak pernah mencapai kecepatan 40kbps sekalipun.hhehe ;) GPRS juga membuat anda lebih irit karena hitungannya menjadi per kilobyte bukan lagi permenit seperti CSD.

3G

Antara tahun 2001 sampai 2003, EVDO Rev 0 pada CDMA2000 dan UMTS pada GSM pertama yang merupakan cikal bakal generasi ke tiga (3G) diperkenalkan. Tapi ini bukan berarti GPRS telah mati. Justru saat itu muncul EDGE – Enhanced Data - rates for GSM Evolution – ini diharapkan akan menjadi pengganti GPRS yang baik, karena tidak perlu mengupgrade hardware secara ekstrem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. dengan EDGE anda sudah dapat merasakan kecepatan dua kali lebih cepat daripada GPRS akan tetapi tetap saja masih kurang cepat dari 3G.

EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) : teknologi perkembangan dari GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing).

UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) : perkembangan selanjutnya dari EDGE. UMTS sering disebut generasi ke tiga (3G). Selain menyediakan fasilitas akses internet (e-mail, mms, dan browsing), UMTS juga menyediakan fasilitas video streaming, video conference, dan video calling*). Secara teori kecepatan akses UMTS sekitar 480kbps.

3.5G

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan perkembangan akses data selanjutnya dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi pastinya HSDPA lebih cepat lah. Kalau gak lebih cepat apa gunanya menciptakan HSDPA. Semakin baru tekonologi pastinya semakin bagus.

Setelah beberapa tahun, CDMA 2000 mengupgrade teknologi jaringan evdo mereka. menjadi EVDO rev A. teknologi ini memiliki kecepatan 10 kali lebih cepat dari evdo rev 0. Juga UMTS yang menguprade teknologi mereka ke HSDPA dan HSUPA. inilah yang dinamakan 3.5G

4G yang digadang gadang 500 kali lebih cepat daripada CDMA2000 dapat memberikan kecepatan hingga 1Gbps jika anda di rumah atau 100Mbps ketika anda bepergian. Bayangkan dengan kecepatan super itu anda dapat dengan mudah mendowload film dengan kualitas HD. Dan dalam waktu yang singkat tentu saja. untuk mendownload film berkapasitas 6GB saja hanya diperlukan waktu 6 Menit. Luar biasa .. mari kita tunggu kedatangan teknologi yang super cepat ini. selain itu ini adalah salahsatu solusi yang paling efektif untuk jaringan internet dipedasaan karena lebih baik menanam 1 menara 4G untuk ber mil-mil jauhnya, daripada dengan menyelimuti sawah-sawah dengan kabel fiber optik.

4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond".

Teknologi 4G adalah istilah serapan dari bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan untuk menjelaskan pengembangan teknologi telepon seluler.

Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh.

Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).
Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.
Teknologi 4G di Indonesia

Secara sederhana, dapat diartikan bahwa teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s (termasuk koneksi pita lebar (broadband connection)). Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony[1] yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol.

Teknologi tersebut banyak di perdebatkan oleh operator, pemerintah dan DPR belakangan ini. Tidak lama lagi internet telephony akan menjadi tulang punggung utama infrastruktur telekomunikasi. Teknologi internet telephony memungkinkan pembangun infrastruktur telekomunikasi rakyat secara swadaya masyarakat (tanpa Bank Dunia, IMF maupun ADB) bahkan mungkin tanpa kontrol pemerintah sama sekali.

Dengan teknologi SIP dalam 4G, nomor telepon PSTN hanyalah sebagian kecil dari identifikasi telepon. Bagian besarnya akan dilakukan menggunakan URL. Kita tidak lagi perlu bergantung pada nomor telepon yang dikendalikan oleh pemerintah untuk berkomunikasi via internet-telepon. Infrastruktr internet telephony memungkinkan kita untuk menyelenggarakan sendiri banyak hal tanpa tergantung lisensi pemerintah dan tidak melanggar hukum.

Teknologi 4G juga akan menyebabkan kemunduran bagi teknologi Internet Network (IN) yang saat ini merupakan infrastruktur telekomunikasi yang digunakan berbagai provider. Hal tersebut disebabkan terbukanya jalur arus bawah yang dapat didownload dan diakses gratis dari internet.

WiMAX, Teknologi 4G Pertama di Indonesia
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi 4G Pertama yang diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX. Teknologi 4G WiMAX terdiri atas tiga bagian generasi,
  • WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps.
  • WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.
  • WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 1Gbps.

Operator 4G Pertama di Indonesia

Sitra WiMAX merupakan operator 4G pertama yang meluncurkan layanan 4G Wireless Broadband di Indonesia. Sitra WiMAX adalah bagian dari Lippo Group dan merek dagang terbaru dari PT. Firstmedia Tbk. Sitra WiMAX akan melayani 4G Wireless Broadband pertama di Indonesia di daerah terpadat dan sekaligus memiliki hak izin BWA termahal yaitu di coverage Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Propinsi Banten, Sumatera Utara, dan Propinsi NAD.
Mengenal Berbagai Macam Teknologi 4G

Jaringan akses generasi ke-3 (3G) seperti WCDMA dan cdma2000 memiliki struktur jaringan yang kompleks dan perlu melibatkan banyak protokol untuk meng-cover seluruh sistemnya. Oleh sebab itu, jaringan akses generasi ke-4 (4G) diharapkan memiliki struktur yang lebih sederhana yang seluruhnya berbasis pada internet protocol (all-IP). Dengan berbasis pada IP, seluruh lalu lintas paket dalam jaringan akses dan jaringan backbone adalah seragam, tanpa perlu mengkonversikan satu protokol ke protokol lainnya.

Sebagian besar jaringan 3G pada dasarnya dibangun di atas jaringan selular circuit-switched, dimana mereka memiliki gerbang (gateways) sendiri untuk menterjemahkan paket-paket IP dari jaringan backbone. Jaringan 3G juga mempunyai protokol dan interface sendiri-sendiri dalam berkomunikasi sesamanya. Ini menjadi masalah tersendiri dalam hal interoperability. Oleh sebab itu, untuk mengatasi berbagai masalah ini, jaringan 4G dirancang sebagai sebuah jaringan all-IP yang berbasis packet switched seperti halnya jaringan backbone berbasis IP seperti intranet (LAN, WLAN) dan internet.

Dalam rancangan pengembangannya, jaringan 4G mempunyai 2 visi yang berbeda. Pertama adalah jaringan 4G yang Revolusioner (4G-R), dimana dikembangkan sebuah sistem yang inovatif. Yang kedua adalah yang bervisi Evolusioner (4G-E), dimana jaringan 4G disini mempunyai kemampuan interworking dengan sistem-sistem jaringan yang telah ada. Model interworking akan mengintegrasikan jaringan-jaringan selular, jaringan nirkabel metropolitan (wireless metropolitan area networks - WMANs), jaringan nirkabel lokal (local wireless local area networks -WLANs), dan jaringan nirkable personal (wireless personal area networks - WPANs). Model interworking ini meng-cover skenario jaringan masa depan yang terintegrasi dimana setiap orang dapat mengakses jaringan kapan saja (anytime), dari mana saja (anywhere), dan dengan cara apa saja (anyway).

4G-R

WLAN IEEE 802.11 adalah sistem yang telah mencapai throughput sampai dengan 54Mbps akan tetapi masih terbatas pada area layanan yang hanya mencapai beberapa ratus meter saja (200 – 300 meter). Dilain pihak, jaringan selular saat ini (seperti cdma2000 1x EV-DO) dapat mengcover layanan sejauh beberapa kilometer, akan tetapi throughput sel nya hanya mencapai 2Mbps. Berdasarkan hal ini, adalah sangat esensial untuk mengembangkan sistem yang inovatif yang memiliki throughput yang tinggi dan jangkauan layanan yang lebar.

Sistem baru 4G yang inovatif ini menggunakan teknik-teknik yang berbeda dari pendahulunya, seperti penggunaan orthogonal frequency division multiplexing/multiple access (OFDM/OFDMA) dan antenna dengan sistem multiple input multiple output (MIMO). Untuk mendukung berbagai kondisi, seperti mobilitas pengguna, baik yang bergerak dengan kecepatan tinggi (mobile) atau pun yang berkecepatan rendah (nomadic), jenis trafik (data atau suara), atau batasan cakupan (cellcentre/boundary), maka dikembangkanlah teknik-teknik yang mengkombinasikan beberapa akses jamak (hybrid multiple access).

Kandidat teknologi 4G-R yang paling kuat adalah teknologi jaringan yang berbasis pada standard IEEE 802.16 dan ETSI/HIPERMAN, yang dikenal dengan jaringan WiMAX. Standar jaringan ini terus dikembangkan, dari yang paling awal 802.16 yang hanya mendukung topologi akses point-to-multipoint line of sight (PMP - LOS), 802.16d yang mendukung topologi mesh non line of sight (mesh-NLOS), 802.16e yang mendukung mobilitas, hingga yang terakhir yang masih berjalan, 802.16j yang mendukung relay bergerak multi hop (multihop mobile relay-MMR) dan 802.16m advance air interface yang memungkinkan rate data 100Mb/s untuk aplikasi bergerak (mobile application) dan 1Gb/s untuk aplikasi tetap (fixed application) sesuai dengan persyaratan IMT-Advanced. Pengembangan jaringan 4G inovatif ini, terutama dalam lapisan Medium Acces Control (MAC layer – L2) dan lapisan fisik (PHY layer – L1).

4G-E

Berbeda dengan teknologi 4G-R, teknologi yang di usung oleh 4G-E merupakan pengembangan teknologi berbasis 3G – Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) yang telah diimplementasikan oleh the Third Generation Partnership Project (3GPP) dan dikenal dengan nama 3GPP Long Term Evolution (LTE). LTE diperkenalkan sebagai standard 3GPP Release 8. Pada awalnya pengembangannya, LTE dinyatakan sebagai bentuk peningkatan teknologi 3G atau pre-4G karena hanya merupakan pengembangan dari UMTS. Selain itu dengan spesifikasi peak rates 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink, LTE jelas tidak memenuhi kriteri teknologi 4G yang ditetapkan ITU-IMT Advanced.

Menyikapi hal tersebut, dalam workshop yang diadakan di China bulan April 2008, 3GPP/3GPP2 berkomitmen untuk meningkatkan spesifikasi LTE untuk memenuhi kriteria 4G. Peningkatan spesifikasi ini dikenal dengan LTE-Advanced (LTE-A). Selain memenuhi peak rates 1 Gbps, peningkatan spesifikasi juga dilakukan pada elemen Radio Access Network (RAN) dan Radio Access Control (RAC) untuk meningkatkan performance jaringan. Standard resmi LTE-A ditetapkan dalam 3GPP Release 10, dan diharapkan akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2010.

Sementara standard air interface untuk teknologi 4G-R masih terus dalam pengembangan, demikian juga halnya untuk standard compliances dan conformances melalui WiMAX forum. Dilain pihak peluang 4G-E sangat terbuka untuk dipasarkan, terutama oleh operator incumbent, melalui pre-4G LTE atau paling tidak dengan mengimplementasikan standard 3GPP Release 5 dan Release 6 yang dikenal dengan nama IP Multimedia Subystem (IMS).

IMS

Standard IP-Media Subsystem (IMS) dapat menjembatani sekaligus mengkonvergensikan berbagai teknologi jaringan, sehingga operator incumbent dengan teknologi GSM/GPRS/EDGE, UMTS/3G, maupun tradisional PSTN dapat untuk bermigrasi dan memberikan layanan 4G dengan interoperability antar sistem yang terjamin. Arsitektur umum IMS dapat dilihat pada gambar berikut :
Arsitektur IMS dengan Interoperability Antar Sistem
IP Multimedia Subsystem (IMS) adalah sebuah framework baru di bidang telekomunikasi. Pada awalnya IMS dispesifikasikan untuk jaringan bergerak, untuk mendukung layanan telekomunikasi berbasis IP. IMS diperkenalkan pertama kali oleh 3GPP melalui dua fase pengembangan (release 5 dan release 6) untuk jaringan UMTS. Dilain pihak sebuah framework IP multimedia lain juga diluncurkan oleh 3GPP2 sebagai the Multi Media Domain (MMD) untuk jaringan 3G CDMA2000. Pada akhirnya framework ini diharmonisasikan (bukan digabungkan lho) dengan IMS, menjadi apa yang berlaku saat ini. Standard IP Multimedia Subsystem (IMS) ini mendefinisikan sebuah arsitektur dasar jaringan yang mendukung Voice over IP (VoIP) dan layanan-layanan multimedia lainnya. Selanjutnya standard IMS dari 3GPP/3GPP2 ini diadopsi sepenuhnya oleh badan standard ETSI menjadi ETSI/TISPAN.

Dari sini dapat kita lihat, bagaimana 2 badan standard telekomunikasi yang paling berpengaruh di dunia saling berkompetisi untuk pengembangan teknologi 4G. IEEE pada 4G-R di satu pihak dan ETSI pada 4G-E di pihak lainnya.

Dari sisi pengguna, IMS memungkinkan layanan komunikasi person-to-person dan person-to-content dengan berbagai mode komunikasi, meliputi suara, teks, gambar dan video, atau kombinasinya, dengan cara yang sangat personal dan terkontrol.

Dari sisi operator, IMS memberikan satu kemajuan penting pada konsep arsitektur layering dengan mendefinisikan sebuah arsitektur horizontal, dimana service enablers dan common functions dapat di gunakan ulang untuk berbagai aplikasi. Ini sebuah terobosan yang luar biasa pada konsep layering untuk komunikasi data. Arsitektur horizontal dalam IMS juga menspesifikasikan interoperability dan kemampuan roaming, selain itu juga menyediakan bearer control, pentarifan (charging) dan keamanan (security). Dan yang paling utama, ia dapat diintegrasikan dengan jaringan suara dan data eksisting dengan mengadopsi berbagai keuntungan dari domain IT.

Dengan kemampuan yang ditawarkannya, IMS menjadi jembatan untuk konvergensi jaringan bergerak dan jaringan tak bergerak (fixed-mobile convergence – FMC). Dengan alasan inilah IMS dapat menjadi solusi bagi operator jaringan bergerak maupun tak bergerak untuk mengembangkan bisnis multimedianya dan menyajikan layanan bernilai tambah (value added services – VAS). Integrasi dari berbagai media yang berbeda membuka peluang untuk menyediakan layanan komunikasi yang lebih kaya dari pada layanan yang telah tersedia saat ini.

Meskipun mereduksi penggunaan jaringan circuit switched bukanlah tujuan IMS, dengan mungkinnya layanan suara lewat packet switched, banyak fihak yang meramalkan bahwa tereduksinya layanan circuit switched tinggal menunggu waktu saja. Akan tetapi dengan kemampuan interworking dengan jaringan circuit switched PSTN dan PLMN, setidaknya ini memperpanjang umur jaringan circuit switched. Wink

Dengan perangkat-perangkat yang sepenuhnya berbasis software, menjadikan peluang besar sekaligus tantangan bagi kita untuk mengembangkan IMS sebagai salah satu produk telekomunikasi nasional.
5G ?  5G Gigabit per second - for the future : 1+ Gbps

Dan, tanpa secara optimal menikmati teknologi 3G dan 4G, di seberang jalan orang-orang sudah mulai membicarakan teknologi 5G! Anda merasa gila dibuatnya membayangkan seperti apa wujud ponsel di masa teknologi 5G. Karena Anda paham paradigma teknologi ada kemampuan reduksi wujud fisik, lamunan Anda terbawa ke masa depan. Saat itu seorang eksekutif muda yang hendak masuk ke mobilnya bergumam seolah bicara dengan orang lain melalui alat komunikasi. Anda sadari bentuk ponselnya tidak digenggam, tetapi di pergelangan tangan layaknya jam tangan! Di telinganya terselip handsfree berteknologi Bluetooth. Untuk menghubungi seseorang ia cukup bergumam pelan mengucapkan nama orang yang hendak dihubungi. Demikian juga untuk mengirimkan pesan teks dan multimedia. Tapi yang lalu Anda lihat terdapat seutas kabel menjulur dari ponsel tersebut ke arah benda mirip koper kerja yang ia genggam di tangan kirinya. Akhirnya Anda sadar sepenuhnya koper kerja tersebut ternyata sebuah baterai!

Inti dari kisah ini sebenarnya imajinasi dan pemikiran kreatif yang hendaknya membawa pada inovasi teknologi ponsel di masa depan yang lebih canggih. Karena batas teknologi adalah imajinasi dan mimpi. Sesuatu yang dianggap tidak mungkin saat ini karena tidak penjelasan logis tasnya. Awalnya adalah imajinasi yang tanpa sadar dan tidak sadar membawa kita pada kehadirannya yang nyata. Bukankah imajinasi dan keinginan menjadi terdahulu sebelum kita merasakan yang sesungguhnya? Hal ini mengingatkan saya pada ucapan Albert Einsten. Ia katakan imagination is more important than knowledge. Ah, baiklah saya ingin berujar- berimajinasi, “Halo, bisa saya bicara dengan teknologi 5G?
GPRS (General Packet Radio Service)

A Global System for Mobile Communications (GSM) initiative to deliver high speed packet data services to mobile terminals. GPRS allows many users to share the same channel and allows users to stay virtually 'on line' all of the time; radio resources are used only when data is actually being transmitted or received. Call setup is almost instantaneous and users may be charged on the basis of actual data transmitted, rather than connection time. Sometimes defined as GSM Packet Radio Service.

EDGE (Enhanced Data rate for Global Evolution)

A technology (also known as GSM++) that allows Global System for Mobile Communications (GSM) operators to use existing GSM radio bands to offer wireless multimedia IP-based services and applications at speeds of 384 kbps with a bit-rate of 48 kbps per timeslot and up to 69.2 kbps per timeslot under ideal radio conditions. (A more realistic theoretical limit is 59.2 kbps per timeslot). The 384 kbps prediction is from an International Telecommunication Union (ITU)-defined objective in the ITU2000 standard. EDGE is fully based on GSM and requires relatively small changes to network hardware and software. For example, EDGE uses the same time division multiple access (TDMA) frame structure, logic channel, and 200-kHz carrier bandwidth as today's GSM networks, allowing existing cell plans to remain intact. Formerly called Enhanced Data rate for GSM Evolution.

What that means in simple English is that when you connect to the internet via your mobile phone, if EDGE is available, sites should appear (data download to your phone) faster than just standard GPRS.

In theory EDGE is twice the speed of GPRS. You might see a small icon on your phone screen that indicates that GPRS and/or EDGE is operating. There's no need to add special settings to your connection.

3G (third generation wireless)

3G is an ITU specification for the third generation of mobile communications technology. (Analog cellular was the first generation; Digital PCS the second.) 3G uses the Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) standard. Key features of 3G systems are a high degree of commonality of design worldwide, compatibility of services, use of small pocket devices with worldwide roaming capability, Internet and other multimedia applications, and a wide range of services and devices.

The main difference between 2.5G and 3G wireless is the rate at which data can be transferred. Planned rates are: 144 kbps or higher in high mobility (vehicular) traffic, 384 kbps for pedestrian traffic, and 2 Mbps or higher in fixed applications or for indoor traffic. The EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution) air interface was developed specifically to meet the bandwidth needs of 3G.

3.5G - HSPA (High-Speed Packet Access) offered by some mobile operators, requires a special modem, built into some notebooks and also available as a USB dongle. Speeds up to 3.6 Mbps.

HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) boosts speeds to as much as 7.2 Mbps, with 14.4 Mbps speeds possible in the near future.

HSDPA is five times faster than EDGE and ten times faster than GPRS.

4G - Digital broadband packet data all IP (Wi-Fi, WIMAX, LTE) 3-5 Mbps

5G - Gigabit per second - for the future : 1+ Gbps

Sumber: area-teknik.blogspot.com

Sabtu, 25 Januari 2014

Cara Reset Password Di Windows 8 Dengan Akun Microsoft

Jika Anda melakukan proses sign in  menggunakan layanan dari akun Microsoft, Anda mungkin akan menemukan sebuah pilihan dimana untuk melakukan cara reset password Windows 8 menggunakan layanan password  reset disk dimana layanan ini memungkinkan Anda untuk dapat  melakukan recovery login untuk memasuki sistem Windows 8 yang diberi password, namun bagaimana jika file/data recovery itu hilang? Anda masih memiliki pilihan untuk me-reset password menggunakan layanan dari  Microsoft lainnya secara online, dengan catatan bahwaa Anda sudah mengintegrasikn layanan Windows 8 menggunakan akun  milik Microsoft untuk proses recovery password.
Jika Anda menggunakan akun lokal untuk melakukan proses sign-in ke dalam Windows 8, lalu membuat sebuah password reset disk, maka dalam pilihn tersebut akan terdapat dua buah pilihan untuk melakukan recovery password dlm dua cara, yaitu secar online dan offline. Untuk melakukan cara reset password Windows 8, terlebih dahulu Anda harus menjalankan sistem operasi sebagai administrator (Run as administrator).
Tentu saja cara ini akan berhasil jika Anda sudah melakukan sinkronisasi antara sistem operasi Windows 8 milik Anda dengan akun Microsoft pada saat awal proses melakukan instalasi Windows 8.
Mengecek Layanan Akun Microsoft
Jika Anda menggunakan layanan email milik Microsoft seperti layanan email Hotmail atau Outlook, Anda dapat membuat pengaturan keamanan terlebih dahulu, yang dapat diatur dengan mudah. Silakan login melalui browser untuk mengkses akun email, atau  jika dalam sistem operasi Windows 8 Anda telah terinstal layanan Outlook yaitu sebuah aplikasi bawaan dari Microsoft Office.
  • Setelah melakukan proses login, klik ikon gambar yang ada pada gambar, biasanya ada dipojok kanan atas dari layar.
  • Lalu setelah mengklik ikon gambar tersebut maka Anda akan melihat berbagi jenis pilihan pengaturan, klik menu  Account setting.
  • Maka akan muncul berbsgi jenis informas serta pengaturan yang ada pada  akun Anda, silakan lihat pada pengaturan Password and Security. Jika pada security info terdapat informasi nomor telepon dan juga data alamat email maka tidak ada masalah, namun jika tidak muncul silakan atur terlebih dahulu dengan mengklik Edit security info yang ada di paling bawah.
Mengatur Security info
Melakukan pengaturan security info sangatlah mudah, pilih Security Info yang ada pada menu di pojok kanan.
  • Dalam beberapa detik maka akan muncul halaman Help us protect your account di sana Anda dapat melakukan metode apa yang diinginkan untuk melakukan reset password, Anda dapat menggunakan nomor ponsel maupun menggunakan alterntif email untuk me-reset, pilih alternate email lalu klik tombol Next.
  • Microsoft akan mengirimkan data pada akun email yang sudah Anda isikan tersebut. Lalu silakan login ke layanan email alterntif tersebut lalu buka isi email yang dikirimkan oleh Microsoft, biasanya subjectnya: Microsoft Security Info. Di dalam email tersebut terdapat kode yang dikirimkan oleh Microsoft, jika Anda menemukannya silakan masukkan kode tersebut ke dalam akun Hotmail/Outlook.
  • Jika Anda sudah melakukannya secara benar, maka data Password dan juga Security info, akan muncul alamat alterntif untuk mengkses akun Outlook Anda  jika sutu waktu lupa password atau terkena peretasan.
Menjalankan Password Reset Agar Bisa Melakukan Sign-in di Windows 8
Tentu saja jika Anda tidak dapat melakukan proses login ke dalam sistem Windows 8 karena lupa password, maka Anda perlu melakukan cara reset password Windows 8 di perangkat komputer lainnya. Untuk melakukannya buka situs ini. Ketika sudah mengksesnya klik link “Can’t access your account?”.
  • Anda akan melihat halaman Reset Password, Anda diharuskan untuk dapat memasukan akun Microsoft serta memasukkan kararkter captcha yang muncul.
  • Jika sudah klik Next, lalu Anda akan dihadapkan pada pilihan/metode untuk melakukan proses reset password. Pilih Email me a reset link option.
  • Lalu klik tombol Next, maka sebuah email yang berisikn link akan dikirim ke alamat email alterntif yang telah diisi. Link tersebut akan berlaku/valid antara 5 hingga 10 menit.
  • Buka alamat email alternatif tersebut, jika sudah login menggunakan email alterntif tersebut klik link  yang ada di dalam email tersebut.
  • Anda akan dihadapkan pada sebuah form untuk mengisi password baru akun Microsoft  tersebut dengan minimum delapan karakter. Ingat password baru Microsoft tersebut untuk melakukan proses login nantinya.
  • Jika sudah diubah klik Next, lalu Anda beralih dan nyalakan komputer/laptop yang tidak dapat login karena lupa password. Lalu pilih-pilihan login menggunakn akun Microsoft, setelah itu masukan password baru tadi yang baru saja dibuat.
Dengan tutorial salah satu cara reset password pada Windows 8 tersebut, maka saat ini Anda sudah dapat memasuki kembali sistem operasi Windows 8 menggunakan fasilitas sign-in. Jika masih kurang begtu jelas, Anda bisa mengunjungi halaman resminya untk mengajukan beberapa pertanyaan yg kurang dimengerti pada link ini.
Sumber: paseban.com

Kamis, 23 Januari 2014

Riset Terbaru Makin Tegaskan Android Tidak Aman

Celah keamanan terbaru ditemukan dalam sistem operasi Android. Celah ini ditemukan oleh sekelompok peneliti di Ben Gurion University, Israel. Dalam temuan terbaru mereka, terungkap bahwa arus lalu lintas data di perangkat Android bisa dicuri melalui koneksi virtual private network (VPN).
Lubang terkait sistem keamanan pada jaringan di Android ini memungkinkan aplikasi jahat mencegat koneksi VPN dan mengalihkannya ke server yang berbeda. Demikian seperti diberitakan Android Authority, Selasa (21/1/2014).
Server tersebut bisa mengontrol penuh semua data yang dikirim dari perangkat Android melalui koneksi VPN. Biasanya, jaringan VPN dilindungi dengan metode enkripsi. Namun karena bug tersebut, data yang didapat pada tujuan palsu tersebut jadi tidak terenkripsi.
Dari temuan celah keamanan ini, ada kabar buruk dan baiknya. Kabar buruknya, kelemahan ini bisa terjadi di semua perangkat Android dan bisa dilakukan tanpa membutuhkan akses root.
Kode untuk mencegat data ini bisa ditanamkan dalam aplikasi apa pun. Begitu aplikasi dijalankan, koneksi VPN yang dimiliki jadi tidak aman lagi. Pengujian untuk Android 4.3 dan Android 4.4 KitKat masih berjalan.
Kabar baiknya adalah, untuk memasukkan kode jahat tersebut, dibutuhkan aplikasi yang ter-install di perangkat Android. Tanpa aplikasi jahat tersebut, jalur VPN tidak bisa dialihkan. Karena itu, pengguna Android dianjurkan untuk mengunduh aplikasi dari Google Play Store demi mengurangi risiko.
Detail mengenai lubang keamanan ini belum banyak dibeberkan oleh peneliti di Universitas Ben Gurion. Namun, mereka menyatakan bahwa arus lalu lintas SSL/TLS tetap terenskripsi aman, walau program jahat ini telah menyusup.
Dengan demikian, jika pengguna Android menggunakan layanan seperti e-mail yang mengenkripsi semua arus lalu lintas datanya, maka data pengguna tersebut akan tetap terlindungi, walau VPN telah dicegat.

Rabu, 15 Januari 2014

Pemikiran Tentang Keamanan Dunia Cyber Indonesia

Dengan merebaknya “isu” penyadapan terhadap Presiden dan para petinggi negeri oleh negara asing, tampaknya kita harus mulai memikirkan langkah taktis yang perlu di ambil untuk melakukan pengamanan negara dan bangsa maupun berbagai situs vital Indonesia di dunia cyber.

Kunci utama dari pengamanan dunia cyber adalah kekuatan Sumber Daya Manusia yang mampu melakukan serangan maupun pertahanan di dunia cyber. Mereka ini umumnya di kenali oleh masyarakat sebagai “hacker”. Sebetulnya saat ini ada lebih dari 60.000 di Indonesia yang bermukim di dunia bawah tanah Internet Indonesia. Kita harus merangkul dan memberdayakan para anak muda hacker ini jika ingin pertahanan Indonesia Jaya.
Sebelum membahas lebih dalam tentang taktis pengamanan dunia cyber, ada baiknya kita melihat secara sepintas teknik penyadapan pembicaraan telepon maupun SMS, sebelum membahas teknik serangan di dunia cyber. Akan ada banyak sekali teknik penyadapan yang dapat digunakan. Logika berfikir proses penyedapan adalah (1) kita harus bisa men-"dengar" transmisi yang dikirim dan (2) kita harus bisa men-decode atau mengartikan transmisi tersebut.

Teknik yang paling sederhana adalah menggunakan aplikasi sniffer utk GSM / 3G di tambah dengan Software Defined Radio (SDR) / alat untuk mendengarkan. Alat SDR yang sederhana tersebut bisa berbentuk USB dongle untuk menerima TV digital di komputer. Contoh aplikasi sniffer GSM / 3G adalah Airprobe yang dapat dilihat di http://svn.berlin.ccc.de/projects/airprobe/ dan http://srlabs.de/uncategorized/airprobe-how-to/
Tentunya bagi penyadap yang bisa masuk ke infrastruktur telekomunikasi Indonesia, seperti sentral telepon, fiber optik, dan IntraNet operator, mereka dapat menjalankan aplikasi penetration test VoIP. Teknik Pentest VoIP yang lumayan lengkap ada di http://www.backtrack-linux.org/wiki/index.php/Pentesting_VOIP . Sistem operasi yang cukup mudah untuk melakukan hal tersebut antara lain adalah backtrack & kali linux.

Bagi penyadap yang bisa membuat sendiri BTS Selular sebetulnya bisa saja melakukan penyadapan tekniknya dengan menipu handphone pura-pura menjadi BTS operator yang sesungguhnya. Sehingga semua pembicaraan dan SMS dilalukan ke BTS palsu tersebut. Teknik ini membutuhkan biaya sekitar Rp. 100-200 juta saja bagi mereka yang dapat membuat BTS Selular sendiri.

Penanganan terhadap penyadapan telepon sebetulnya agak sulit terutama untuk memastikan bahwa HP kita di sadap. Jika kita mengetahui bahwa kita disadap, atau tidak ingin di sadap maka sebaiknya (1) ganti nomor / SIM card. (2) Gunakan aplikasi enkripsi saat berbicara. Bagi pengguna Android contoh aplikasi enkripsi dapat di peroleh dari Google Play dengan keyword encrypt call. (3) Akan lebih baik jika kita dapat menggunakan handphone berbasis Android yang di remaster khusus untuk keamanan komunikasi melalui jaringan selular. (4) Koordinasikan dengan lembaga / operator terkait untuk membantu proses forensik dll.
Sebaiknya dibuat prosedur tetap untuk para petinggi di Republik ini agar seminimal mungkin melakukan komunikasi melalui jaringan komunikasi publik. Semua pengiriman suara / text / gambar harus di enkrip. Sebaiknya menggunakan saluran komunikasi yang ada jaminan milik Indonesia / sendiri. Jangan pernah menggunakan layanan gratis di Internet, baik itu, gmail.com, gtalk.com, yahoo.com, skype dll.

Serangan di dunia cyber sebetulnya lebih rumit lagi dari pada telepon. Secara umum akan ada lima (5) langkah dalam melakukan serangan di dunia cyber, yaitu, (1) Pengumpulan Informasi, (2) Cari kelemahan, (3) Exploitasi / Serbu, (4) Naikan Status menjadi administrator, (5) Instalasi Backdoor. Berbagai aplikasi ini sudah tersedia dan siap digunakan di sistem operasi untuk penetration testing seperti backtrack atau kali linux.
Untuk menjamin pertahanan berbagai server / situs Indonesia, sebaiknya dilakukan secara periodik (1) penetration test (pentest) ke sistem. (2) koordinasi secara nasional / sektoral akan hasil pentest. Buat Computer Emergency Responds Team secara nasional maupun sectoral untuk koordinasi. Cikal bakalnya sudah diawali oleh Gildas dkk. Dari proses ini kita paling tidak akan memperoleh gambaran secara menyeluruh kondisi pertahanan dunia cyber Indonesia. Dari informasi tersebut, kita dapat menentukan langkah taktis yang perlu di lakukan untuk memperkuat pertahanan berbagai server / situs Indonesia.

Langkah taktis yang dapat kita lakukan untuk jangka sedang, antara lain adalah (1) Metutup semua lubang security yang ada di situs bahkan jika perlu tulis ulang source code web / PHP yang digunakan agar lebih sulit untuk di masuki aplikasi penyusup. (2) Memasang sebanyak mungkin sensor serangan jaringan seperti honeynet dan (3) di sisi Server sebaiknya memasang Intrusion Detection System & Intrusion Prevention System di semua situs Indonesia dan pastikan untuk melapor secara automatis ke Computer Emergency Responds Team Indonesia.

Untuk jangka panjang agar Dunia Cyber di Indonesia relatif aman, kita perlu memastikan beberapa hal, seperti, (1) Pastikan root password semua peralatan telekomunikasi / server / router tidak berada di tangan asing. Yang menyedihkan, pada saat ini password root beberapa alat ini berada di tangan asing. (2) Pastikan jalur yang digunakan semua peralatan telekomunikasi tidak menggunakan jalur asing. Ini agak sukar untuk dipenuhi, apalagi karena banyak operator telekomunikasi kita sahamnya sebagian besar di tangan asing! (3) pastikan semua komunikasi penting dilakukan melalui saluran yang secure, baik itu menggunakan Virtual Private Network (VPN) maupun berbagai aluran aman seperti https maupun ssl. Konsekuensi yang harus disiapkan adalah Indonesia harus membuat sendiri Certificate Authority (CA) untuk menjamin keamanan pengiriman data melalui saluran Internet. Certificate Authority (CA) Indonesia harus terdaftar dalam browser yang digunakan di semua komputer baik itu Firefox, Chrome dll. Yang tidak kalah penting adalah (4) usahakan untuk menggunakan peralatan / sistem operasi buatan sendiri bukan asing. Jangan sampai kita menggunakan sistem operasi buatan asing, hal ini hanya mungkin jika kita menggunakan sistem operasi open source seperti Linux.

Sumber Daya Manusia (SDM) dan prosedur menjadi kunci utama dalam kelanggengan pertahanan dunia cyber. Langkah taktis yang minimal harus dilakukan antara lain adalah (1) buat ebook berbagai prosesur & ilmu pertahanan jaringan dalam bahasa Indonesia dan sebarkan secara bebas melalui server di Internet. Akan sangat berharga jika jasa para penulis ebook ini dapat dihargai oleh negara, tanpa ebook bahasa Indonesia akan menyulitkan penyebaran pengetahuan karena sebagian besar berbahasa Inggris. (2) Sebaiknya menggunakan sistem operasi open source di semua komputer di lembaga / instansi karena keamanannya jauh lebih baik. Selain itu, sistem operasi yang yang digunakan di handphone sebaiknya menggunakan remaster android yang merupakan turunan dari Linux. (3) Lakukan workshop / training / pelatihan keamanan jaringan secara intensif agar pengetahuan teknik pengamanan jaringan dapat dikuasai dengan baik oleh sebanyak mungkin orang dan yang paling penting untuk ketahanan republik ini dalam jangka panjang adalah (4) ubah kurikulum perkuliahan di perguruan tinggi agar keamanan jaringan / dunia cyber menjadi bagian penting dalam kurikulum dan yang tidak kalah penting adalah (5) menggunakan sistem operasi open source sejak dini, jika mungkin sejak SD atau SMP anak Indonesia mulai dibiasakan dengan Linux / open source. Terutama agar bangsa ini menjadi merdeka, mandiri, tidak “terjajah” dan tidak “bergantung” pada sistem yang dibuat oleh negara lain. (6) Pastikan agar semua administrator & root password semua sistem telekomunikasi & Internet Indonesia di pegang oleh Indonesia, bukan asing!

Dengan keterbatasan struktur birokrasi yang ada pemerintah maupun kurikulum di perguruan tinggi, tampaknya pada hari ini Indonesia harus lebih banyak bersandar pada rekan-rekan / komunitas hacker bawah tanah di dunia cyber di Indonesia untuk membentuk anak-anak muda yang tangguh di dunia cyber. Pola pendadaran dunia bawah tanah lebih mirip pesantren, berdasar ke berbagai forum diskusi elektronik, chatting. Beberapa kelompok yang cukup besar antara lain adalah echo, jasakom, indonesia backtrack team, xcode, muslim hacker dll. Forum diskusi yang cukup besar antara lain ada di kakus dan Indonesia bactrack, forum ini sangat bermanfaat sekali untuk menggodok para hacker di Indonesia yang mampu menyerang maupun bertahan di dunia cyber.

Sumber: opensource.telkomspeedy.com 

Minggu, 12 Januari 2014

Pengertian TV Digital dan TV Analog

Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyalgambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Modulasi itu sendiri adalah proses perubahan suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatugelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebutmodem. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Pemicu perkembangan televisi digital ini, didorong oleh beberapa faktor, yaitu faktor perubahan lingkungan eksternal dan perkembangan teknologi. Dibawah ini penjabaran dari faktor-faktor berikut :
  • Perubahan lingkungan eksternal :
  1. Pasar televisi analog yang sudah mulai ditinggalkan, kurang diminati atau jenuh.
  2. Adanya suatu kompetisi atau saingan dengan sistem penyiaran satelit dankabel.
  • Perkembangan teknologi :
  1. Teknologi pemrosesan sinyal digital.
  2. Teknologi transmisi digital.
  3. Teknologisemikonduktor.
  4. Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi.
Sedikit tentang TV Analog, Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan atau frekuensi dari sinyal. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (National Television System Committee), PAL, dan SECAM.

Perbedaan TV Digital dan TV Analog
Dari pengertian keduanya antara TV Digital dan TV Analog, disisi lain terdapat perbedaan mendasar dikeduanya, yaitu :
  • Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal yang akan ditimbulkan akan melemah dan penerimaan gambar dari stasiun menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, kebalikan dari analog. Siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
  • Pada sistem transmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.


 Dampak yang timbulkan dari adanya sistem siaran digital di Indonesia
           Pada saat ini jumlah dari populasi pesawat televisi sudah mencapai puluhan juta unit. Dengan adanya hal ini terlihat bahwa penggemar televisi di Indonesia begitu banyak. Televisi adalah alat penangkap siaran bergambar, Semua gambar televisi dibentuk oleh titik tunggal cahaya yang bergerak bolak-balik, depan-belakang atau atas-bawah, secara cepat pada layar televisi yang tak tampak oleh mata, sehingga yang terlihat hanyalah rangkaian gambar. Sinyal televisi bekerja seperti radio AM, terkecuali dalam penghubung pembawa frekuensi tinggi. Pada radio dari suara besar ke lembut sedangkan televisi dari terang ke gelap. Perangkat televisi disinkronisasikan dengan transmiter untuk menghasilkan pola yang tepat dari sebuah piksel yang akan ditempatkan pada layar.
Kemunculan sitem televisi digital di Indonesia harus dipikirkan secara matang pula dampak dan konsekuensinya, karena selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan dan terbiasa dengan penggunaan televisi analog. Adapun ketidaknyamanan yang harus diterima dengan beralih ke TV digital,yaitu:
  • Perlunya pesawat TV baru yang harganya dapay dikatakan cukup mahal. Hal tersebut akan menimbulkan dampak negatif yang besar, karena hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan teknologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah ada.
  • Bagaimana soal akses pada jaringan media serta kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV digital maupun content media menjadi layak kaji dalam hal ini dan akses pada spektrum frekuensi.
  • Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
  • Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
  • Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya.
Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.
Dampak yang ditimbulkan dari penyiaran TV Digital
  1. Dampak positif, banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
  • Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam.
  • mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak.
  • Pengurangan terhadap efek noise.
  • Sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.
  1. Dampak negatif, selain mendapatkan hal-hal yg positif dari pengunaan TV Digital. Disisi lain dampak negatif juga kita dapatkan, yaitu :
  • Regulasi bidang penyiaran yang harus kita diperbaiki untuk penyesuaian.
  • Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
  • Jika kanal TV digital diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.
  • Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan.
Pendapat tentang prospek masa depan penyiaran televisi dikaitkan dengan adanya digitalisasi sistem siaran televisi
            Kemajuan perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia merupakan sesuatu hal yang harus kita banggakan. Karena dengan adanya ini, kita dapat mengejar ketertinggalan kita terhadap negara-negara berkembang lainnya. Transisi perpindahan dari TV Analog menjadi TV Digital sangatlah tidak mudah. transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter. Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang demikian dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital. Reisiko kerugian yang dapat dihadapi oleh operator televisi berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog.
  • Kelebihan TV Digital
Kelebihan signal digital pada TV Digital dibanding analog terletak pada ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code). Selain itu Keuntungan transmisi digital lainnya adalah less bandwidth karena interference digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel bisa dikemas atau “dipadatkan” dan dihemat. Hal ini menjadi sangat mungkin karena broadcasting TV Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak. Keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power). Itulah beberapa hal yang sangat mengutungkan dalam TV digital. Keuntungan tersebut menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat jauh lebih bagus daripada TV analog. (httpwww.beritaiptek.comzberita-beritaiptek-2006-01-11-Menyongsong-Era-TV-Digital.shtml.htm).

Kualitas Penyiaran Digital
TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.
Manfaat Penyiaran Digital :

  • TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.
  • TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
  • Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
  • Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.