Selasa, 24 Desember 2013

Mengenal Teknologi Komputer Terbaru UEFI sebagai Pengganti BIOS


 
Jika kita memperhatikan dengan baik tampilan sebuah boot Loader dari sebuah PC atau Laptop, kita pasti akan melihat sebuah tampilan sederhana saat pertama kali melakukan booting sebuah OS. Tampilan sederhana ini memiliki kegunaan untuk melakukan setting sederhana dari hardware yang berhubungan dengan OS dan PC tersebut. Tampilan sederhana ini disebut BIOS, teknologi BIOS sudah menjadi teknologi yang sudah sangat dewasa di antara penggunaan teknologi yang ada di dalam komputer PC. Hal ini dikarenakan teknologi BIOS sudah digunakan selama 30 tahun dan sampai saat ini tidak mengalami perubahan yang signifikan. Untuk itu para vendor melahirkanTeknologi Komputer Terbaru sebagai pengganti dari BIOS yaitu UEFI (Unified Extensible Firmware Interface).
Peran teknologi BIOS sebagai jembatan antara firmware hardware dan OS, sangat penting, karena ini menjadi informasi pertamakali untuk OS saat akan melakaukan proses Booting. Tetapi sayangnya teknologi BIOS ini sudah sangat rawan disalahgunakan, karena sering disalahgunakan dan mengancam kerentanan hardware. Untuk itu vendor melahirkan teknologi baru UEFI sebagai pengganti dari teknologi BIOS, yang pasti dari UEFI ini teknologinya lebih Aman, tampilan User Interface yang lebih baik dan melakukan proses booting lebih cepat dari UEFI.
Pertama kali UEFI ini, diperkenalkan pada tahun 2006,   hal ini pertama kali oleh Intel dengan memberikan rilis spesifikasi EFI versi pertama, yang nantinya akan dikenal dengan UEFI. Microsoft memberikan dukungannnya pertama kali dengan memasukkannya sistem pendukung UEFI di Windows Server 2008 mereka. Mirosoft sudah memasukkan sistem UEFI ini di dalam sistem operasi dekstop terbaru mereka, Windows 8. Sejak saat itu perilisan dan penggunaan sistem UEFI sudah berkembang, mulai UEFI digunakan untuk embedded system dan penggunaan peralatan PC lainnya.
Sistem UEFI sebenarnya tidak sepenuhnya mengganti penggunaan BIOS, karena beberapa bentuk sederhana dari BIOS masih dibutuhkan untuk memulai penggunaan terhadap Motherboard. UEFI disimpan di dalam /EFI/ didalam sebuah memori, dan bekerja antara firmware hardware PC dengan sistem operasi.
UEFI memiliki kelebihan – kelebihan atau kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan sistem BIOS yang lama. UEFI mampu melakukan addressing hard drives dengan kapasitas 9.4 zetabytes. Iya zetabytes, kira itu sama dengan jumlah informasi yang berlalu lalang di Internet saat ini atau sama dengan 1000^7 (1 000 000 000 000 000 000 000 bytes). Jumlah sebesar saat ini hanya bisa dicapai oleh Arsitektur ZFS yang berguna sebagai storage network.
Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh UEFI, kemampuan untuk melakukan Booting lebih cepat dari sistem BIOS. Hal ini memberikan energi yang lebih hemat dari biasanya. Selain itu juga proses ini memberikan keamanan yang lebih dibandingkan dengan sistem BIOS biasanya. Dan sistem Keamanan ini menjadi faktor penting di dalam penggunaan sistem UEFI, hal ini dikarenakn dengan fitur keamanan ini proses software OS Bajakan bisa ditekan.
Hal yang menjadi menarik dari UEFI ini, sistem UEFI bisa melakukan koneksi terhadap internet. jadi kita bisa memonitor kondisi hardware dari jarak jauh tanpa harus menyalakan sistem Operasi yang ada. Jika terjadi proses kegagalan dari Booting Sistem Operasi bisa dikenali dari jarak jauh, melalui sistem UEFI ini.
Sayangnya sistem Keamanan UEFI ini, mendapatkan kritikan keras dari Vendor Sistem Operasi LINUX. Hal ini dikarenakan Microsoft mencoba untuk menggunakan secure boot UEFI di dalam PC yang menggunakan Windows 8, dan menggunakan Private Key. Private Key ini hanya diketahui oleh Microsoft sendiri. Penggunaan Private Key jelas – jelas ditentang oleh Free Software / Open Source Community dan Advisor. Karena hal ini menghalangi dalam penggunaan PC yang lebih bebas dan terkurung oleh Sistem Operasi Windows.
Terakhir, sistem UEFI masih sangat muda, sangat berbeda dengan BIOS yang sudah berumur 3 dekade. Karena itu sistem UEFI bisa menjadi standard berikutnya untuk sistem booting. Kernel Linux sudah melakukan support dari sistem UEFI ini, meskipun rata – rata distro Linux belum memberikan dukungannya. Mac OS X, sudah menggunakan UEFI ini, sedangakan Microsoft sudah memasukkannya di dalam Windows 8.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar