Rabu, 01 Januari 2014

Sejarah Perkembangan Televisi

TEKNOLOGI TELEVISI

Televisi Mekanik
Mungkin susah untuk dipercaya. Namun, penemuan cakram metal kecil berputar dengan banyak lubang didalamnya yang ditemukan oleh seorang mahasiswa di Berlin-Jerman, 23 tahun, Paul Nipkow [1883], merupakan cikal bakal lahirnya televisi.Kemudian disekitar tahun 1920, para pakar lainnya seperti John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins, menggunakan piringan Nipkow ini untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, dan penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Saat itu belum ditemukan Cathode Ray Tube [CRT].Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA [Radio Corporation of America]. Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Insinyur lain, Philo Farnsworth, juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya, dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.

Televisi Elektronik
 
Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik.1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

 
Televisi  Berwarna

Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sayang sekali bahwa sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS, yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka, harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA, yang belajar dari pengalaman CBS, mulai membangun sistem warna mereka sendiri.. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu juga untuk diterima sistem hitam putih [BW]. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.


Plasma Display TV
Tampilan plasma diciptakan di Universitas Illinois oleh Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow pada 1964 untuk Sistem Komputer PLATO. Panel monochrome orisinal (biasanya oranye atau hijau) menikmati penggunaan yang bertambah pada awal 1970-an karena tampilan ini kuat dan tidak membutuhkan sirkuit memori dan penyegaran. Namun diikuti oleh kurangnya penjualan yang dikarenakan perkembangan semikonduktor memori membuat tampilan CRT sangat murah pada akhir 1970-an. Dimulai dari dissertasi PhD Larry Weber dari Universitas Illinois pada 1975 yang berhasil membuat tampilan plasma berwarna, dan akhirnya berhasil mencapai tujuan tersebut pada 1995. Sekarang ini sangat terangnya dan sudut pandang lebar dari panel berwarna plasma telah menyebabkan tampilan ini kembali mendapatkan kepopulerannya.


SMART TV

Sebagai pelopor teknologi SMART TV, Samsung Electronics terus menyempurnakan teknologi televisi masa depan. SMART TV Samsung kini telah mengadopsi teknologi LED terbaru sehingga semakin memanjakan mata pemirsanya.Varian terbaru SMART TV tersebut kini juga dihadirkan dalam ukuran layar yang lebih beragam, mulai dari 32 inci sampai dengan 64 inci, dengan desain yang juga semakin bervariasi.Sejak pertama kali dirilis ke pasar pada awal 2012, Samsung SMART TV telah menyulap kotak kaca tersebut kini memiliki berbagai kemampuan yang tidak dibayangkan sebelumnya oleh manusia. Konektivitas tanpa batas pun dimungkinkan oleh televisi ini sehingga memudahkan bagi setiap orang untuk berbagi konten.  Saat ini,Smart TV memiliki ribuan konten yang mendukung gaya hidup pintar dan dapat saling terkoneksi dengan produk lainnya.
Beragam aplikasi

Agar konsumen dapat merasakan teknologi masa depan ,melalui rangkaian produk SMART TV terbaru yang telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi ,yaitu :

SMART INTERACTION

Smart Interaction memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan TV. Rangkaian aplikasi tambahan yang termasuk dalam Smart Interaction, antara lain berupa Voice Control melalui teknologi pengenalan suara. Aplikasi tersebut dapat merespon suara penggunanya, sehingga mereka bisa menyalakan TV melalui respon suara, mengubah saluran TV, dan mengakses aplikasi di dalamnya tanpa perlu menekan tombol.FItur lain adalah Motion Control. Aplikasi ini berfungsi untuk merespon gerakan tangan penggunanya. Kita bisa mengubah saluran TV, memilih aplikasi, bahkan menavigasi halamanwebsite hanya dengan gerakan tangan. Tentunya respon terhadap gerakan dan suara ini tergantung pada lingkungan sekitar.SMART TV juga memiliki kemampuan Face Recognition yang memungkinkan kita melakukan login ke Smart Hub dan Skype tanpa perlu mengetik ID dan password, tetapi cukup dengan cara mengenali wajah kita. Namun perlu diingat bahwa teknologi pengenalan wajah ini tidak memberikan tingkat keamanan seperti login dengan ID dan password.

SMART CONTENT


Smart Content merupakan aplikasi terbaru dalam SMART TV. Aplikasi tersebut memuat beragam fitur yang bisa dikoneksikan ke Internet dalam rangkaian fitur Smart Hub, Signature Service, dan Convergence.Dengan fitur ini, SMART TV kini memiliki kemampuan mengakses berbagai konten dan terkoneksi melalui Internet tanpa batas, termasuk bermaingames dan mengakses hiburan online lainnya. Fitur ini juga didukung oleh beragam aplikasi yang dapat diunduh lewat Apps. Beberapa aplikasi tersebut merupakan aplikasi berbayar. Dengan fitur Social TV, sambil menonton TV kini kita dapat tetap terhubung dengan teman dan keluarga secara online melalui blog dan layanan chatting seperti Facebook, Twitter dan Google Talk, termasuk melalui Skype.Fitness di rumah kini tidak akan terasa membosankan, karena lewat layanan video-on-demand, Anda dapat berolahraga termasuk mengatur waktu latihan dan merekam kemajuan latihannya dengan didukung pula oleh aplikasi exercise yang bisa diunduh di smartphone Anda.

SMART EVOLUTION


Dengan fitur ini, kita tak perlu membeli TV baru lagi setiap tahun, tetapi cukup mengganti Evolution Kit yang menempel pada set bagian belakang, maka SMART TV Anda pun terus ter-update kemampuannya.Tentu saja, masih sangat banyak lagi kemampuan pada SMART TV yang dapat dieksplorasi, termasuk fasilitas teknologi 3D.
 Perkembangan Televisi          Dalam penemuan televisi (tv), terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 - George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.

1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1929 - Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.

1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.

1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.

1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.

1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau dibandingkan dengan TV CRT atau yang di kenal sebagai Tivi biasa yang kebanyakkan orang pakai pada umumnya.

Jenis televisi
Televisi analog
Televisi digital
Perkembangan baru
Televisi digital (Digital Television, DTV)
TV Resolusi Tinggi (High Definition TV, HDTV)
Video Resolusi Ultra Tinggi (Ultra High Definition Video, UHDV)
Direct Broadcast Satellite TV (DBS)
Pay Per View
Televisi internet
TV Web
Video atas-permintaan (Video on-demand, VOD)
Gambar-dalam-Gambar (Picture-In-Picture, PiP)
Auto channel preset
Perekam Video Digital
DVD
CableCARD™
Pemrosesan Cahaya Digital (Digital Light Processing, DLP)
LCD dan Plasma display TV Layar Datar
High-Definition Multimedia Interface (HDMI)
The Broadcast Flag
Digital Rights Management (DRM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar