Rabu, 01 Januari 2014

Sejarah Perkembangan Televisi

TEKNOLOGI TELEVISI

Televisi Mekanik
Mungkin susah untuk dipercaya. Namun, penemuan cakram metal kecil berputar dengan banyak lubang didalamnya yang ditemukan oleh seorang mahasiswa di Berlin-Jerman, 23 tahun, Paul Nipkow [1883], merupakan cikal bakal lahirnya televisi.Kemudian disekitar tahun 1920, para pakar lainnya seperti John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins, menggunakan piringan Nipkow ini untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, dan penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Saat itu belum ditemukan Cathode Ray Tube [CRT].Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA [Radio Corporation of America]. Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Insinyur lain, Philo Farnsworth, juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya, dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.

Televisi Elektronik
 
Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik.1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

 
Televisi  Berwarna

Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sayang sekali bahwa sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS, yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka, harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA, yang belajar dari pengalaman CBS, mulai membangun sistem warna mereka sendiri.. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu juga untuk diterima sistem hitam putih [BW]. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.


Plasma Display TV
Tampilan plasma diciptakan di Universitas Illinois oleh Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow pada 1964 untuk Sistem Komputer PLATO. Panel monochrome orisinal (biasanya oranye atau hijau) menikmati penggunaan yang bertambah pada awal 1970-an karena tampilan ini kuat dan tidak membutuhkan sirkuit memori dan penyegaran. Namun diikuti oleh kurangnya penjualan yang dikarenakan perkembangan semikonduktor memori membuat tampilan CRT sangat murah pada akhir 1970-an. Dimulai dari dissertasi PhD Larry Weber dari Universitas Illinois pada 1975 yang berhasil membuat tampilan plasma berwarna, dan akhirnya berhasil mencapai tujuan tersebut pada 1995. Sekarang ini sangat terangnya dan sudut pandang lebar dari panel berwarna plasma telah menyebabkan tampilan ini kembali mendapatkan kepopulerannya.


SMART TV

Sebagai pelopor teknologi SMART TV, Samsung Electronics terus menyempurnakan teknologi televisi masa depan. SMART TV Samsung kini telah mengadopsi teknologi LED terbaru sehingga semakin memanjakan mata pemirsanya.Varian terbaru SMART TV tersebut kini juga dihadirkan dalam ukuran layar yang lebih beragam, mulai dari 32 inci sampai dengan 64 inci, dengan desain yang juga semakin bervariasi.Sejak pertama kali dirilis ke pasar pada awal 2012, Samsung SMART TV telah menyulap kotak kaca tersebut kini memiliki berbagai kemampuan yang tidak dibayangkan sebelumnya oleh manusia. Konektivitas tanpa batas pun dimungkinkan oleh televisi ini sehingga memudahkan bagi setiap orang untuk berbagi konten.  Saat ini,Smart TV memiliki ribuan konten yang mendukung gaya hidup pintar dan dapat saling terkoneksi dengan produk lainnya.
Beragam aplikasi

Agar konsumen dapat merasakan teknologi masa depan ,melalui rangkaian produk SMART TV terbaru yang telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi ,yaitu :

SMART INTERACTION

Smart Interaction memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan TV. Rangkaian aplikasi tambahan yang termasuk dalam Smart Interaction, antara lain berupa Voice Control melalui teknologi pengenalan suara. Aplikasi tersebut dapat merespon suara penggunanya, sehingga mereka bisa menyalakan TV melalui respon suara, mengubah saluran TV, dan mengakses aplikasi di dalamnya tanpa perlu menekan tombol.FItur lain adalah Motion Control. Aplikasi ini berfungsi untuk merespon gerakan tangan penggunanya. Kita bisa mengubah saluran TV, memilih aplikasi, bahkan menavigasi halamanwebsite hanya dengan gerakan tangan. Tentunya respon terhadap gerakan dan suara ini tergantung pada lingkungan sekitar.SMART TV juga memiliki kemampuan Face Recognition yang memungkinkan kita melakukan login ke Smart Hub dan Skype tanpa perlu mengetik ID dan password, tetapi cukup dengan cara mengenali wajah kita. Namun perlu diingat bahwa teknologi pengenalan wajah ini tidak memberikan tingkat keamanan seperti login dengan ID dan password.

SMART CONTENT


Smart Content merupakan aplikasi terbaru dalam SMART TV. Aplikasi tersebut memuat beragam fitur yang bisa dikoneksikan ke Internet dalam rangkaian fitur Smart Hub, Signature Service, dan Convergence.Dengan fitur ini, SMART TV kini memiliki kemampuan mengakses berbagai konten dan terkoneksi melalui Internet tanpa batas, termasuk bermaingames dan mengakses hiburan online lainnya. Fitur ini juga didukung oleh beragam aplikasi yang dapat diunduh lewat Apps. Beberapa aplikasi tersebut merupakan aplikasi berbayar. Dengan fitur Social TV, sambil menonton TV kini kita dapat tetap terhubung dengan teman dan keluarga secara online melalui blog dan layanan chatting seperti Facebook, Twitter dan Google Talk, termasuk melalui Skype.Fitness di rumah kini tidak akan terasa membosankan, karena lewat layanan video-on-demand, Anda dapat berolahraga termasuk mengatur waktu latihan dan merekam kemajuan latihannya dengan didukung pula oleh aplikasi exercise yang bisa diunduh di smartphone Anda.

SMART EVOLUTION


Dengan fitur ini, kita tak perlu membeli TV baru lagi setiap tahun, tetapi cukup mengganti Evolution Kit yang menempel pada set bagian belakang, maka SMART TV Anda pun terus ter-update kemampuannya.Tentu saja, masih sangat banyak lagi kemampuan pada SMART TV yang dapat dieksplorasi, termasuk fasilitas teknologi 3D.
 Perkembangan Televisi          Dalam penemuan televisi (tv), terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 - George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.

1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1929 - Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.

1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.

1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.

1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.

1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau dibandingkan dengan TV CRT atau yang di kenal sebagai Tivi biasa yang kebanyakkan orang pakai pada umumnya.

Jenis televisi
Televisi analog
Televisi digital
Perkembangan baru
Televisi digital (Digital Television, DTV)
TV Resolusi Tinggi (High Definition TV, HDTV)
Video Resolusi Ultra Tinggi (Ultra High Definition Video, UHDV)
Direct Broadcast Satellite TV (DBS)
Pay Per View
Televisi internet
TV Web
Video atas-permintaan (Video on-demand, VOD)
Gambar-dalam-Gambar (Picture-In-Picture, PiP)
Auto channel preset
Perekam Video Digital
DVD
CableCARD™
Pemrosesan Cahaya Digital (Digital Light Processing, DLP)
LCD dan Plasma display TV Layar Datar
High-Definition Multimedia Interface (HDMI)
The Broadcast Flag
Digital Rights Management (DRM)


Mengenal Lebih Dekat Dengan Fungsi dan Apa Itu NFC



NFC-and-the-Travel-ExperienceKemajuan teknologi dan tuntutan konsumen untuk melakukan segala sesuatu dengan mudah dan instan kembali mendorong gebrakan baru di dunia teknologi ponsel. Teknologi terbaru ini disebut NFC, singkatan dari Near-Field Communication, dan ternyata sudah lumayan banyak aplikasinya di beberapa negara maju di dunia. Sebenarnya apa itu NFC, dan mengapa teknologi ini bisa mencuri perhatian dunia? Apakah NFC sudah siap digunakan secara luas di masyarakat? Simak ulasan mengenai apa itu NFC di bawah ini.

Berkenalan Dengan Teknologi Baru NFC
Pertanyaan yang sama kembali dilayangkan oleh awam teknologi, apa itu NFC? Banyak yang sudah kenal dengan Bluetooth, Wifi, dan beragam komunikasi nirkabel lainnya, tapi NFC baru pertama kali menyentuh telinga orang-orang. NFC, atau Near-Field Communication adalah salah satu teknologi komunikasi antar gadget terbaru yang menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification) untuk saling bertukar data dalam jarak dekat, sekitar 4 inci.
Teknologi NFC ini memungkinkan pertukaran data antar gadget dan alat hanya dengan sentuhan jarak dekat, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik. Tidak perlu lagi setting manual koneksi seperti ketika pengguna masih menggunakan sinyal Bluetooth, NFC sudah secara otomatis mengkoneksikan kedua perangkat dengan cepat sesuai kebutuhan. Setelah mengetahui apa itu NFC, tentu pembaca mulai menerka bagaimana teknologi ini bekerja.
Teknologi NFC bekerja dengan sistem transmisi sinyal radio jarak pendek. Perangkat dengan NFC tidak membutuhkan energi listrik yang besar. Ada dua jenis perangkat NFC, satu perangkat tag pasif dan satu lagi perangkat tag NFC pada ponsel. Ketika melakukan kontak, kedua perangkat ini akan saling terkoneksi dan melakukan pertukaran data dengan frekuensi radio ISM 13.56 MHz dengan maksimum rate transfer 424 Kbps. Bila pembaca sudah mengetahui apa itu NFC dan bagaimana NFC bekerja, mari lompat ke apakah aplikasi NFC yang mungkin saat ini dan di masa depan.
Penggunaan NFC di Kehidupan Sehari-Hari
Dengan mengetahui apa itu NFC, maka tentu sudah bisa terbayang berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi ini di kemudian hari. Pelan tapi pasti, NFC kemungkinan akan menggeser kehadiran dompet, kartu ATM maupun kredit, dan tiket-tiket kertas konvensional lainnya (entah itu tiket angkutan umum, pesawat, konser, bioskop, dan lainnya.)
Berikut adalah beberapa kegunaan NFC di dalam kehidupan nyata, yang dirangkum dalam kehidupan satu hari pembaca sebagai seorang karyawan, agar pembaca lebih mengerti lagi apa itu NFC dengan segala kemungkinan yang membuat tercengang, dimana hidup akan terasa jauh lebih mudah dari biasanya.
  1. Ketika terbangun, Anda melihat susu di kulkas sudah mau habis. Cukup dekatkan ponsel Anda ke kontainer susu yang biasa anda beli, secara otomatis susu akan masuk ke daftar belanja Anda setelah pulang kerja, lengkap dengan harga dan gerai dimana susu itu bisa dibeli.Pertukaran informasi yang cepat untuk membantu Anda berbelanja dan melakukan komparasi harga sebelum membeli produk.
     
  2. Anda adalah pelanggan setia kereta api untuk pergi ke tempat kerja. Antrian di loket karcis penuh? Tidak usah khawatir, karena Anda memiliki NFC di ponsel, memungkinkan Anda untuk langsung berjalan menuju ke gerbang. Dekatkan ponsel ke tag pasif NFC di gerbang, dan Anda sudah masuk ke peron tanpa harus mengantri tiket lagi. NFC untuk sarana angkutan umum dengan sistem prabayar tentu membuat hidup menjadi lebih mudah. Aplikasi ini sudah diterapkan di Jepang dan di Inggris.
     
  3. Sembari menunggu kereta, Anda dapat pergi menuju ke kios di depan peron, membeli koran hari ini untuk dibaca selama perjalanan. Tidak perlu repot mengeluarkan uang, cukup dekatkan sekali lagi ponsel anda ke tag pasif NFC, maka pembayaran pun dapat dilakukan, debit maupun kredit. NFC ternyata bisa digunakan sebagai sarana pembayaran yang mobile menggantikan kartu-kartu yang membuat dompet Anda penuh sesak.
     
  4. NFC dapat juga dijadikan sebagai kunci keamanan. Sampai di kantor, Anda dapat membuka pintu dengan menggunakan NFC sebagai identitas masuk. Tidak perlu lagi kunci fisik ataupun kartu identitas bermagnet, NFC sudah melakukannya semua untuk Anda.
     
  5. Pulang dari kantor, Anda melewati toko buku dan melihat buku terbaru karangan penulis favorit Anda sudah terbit. Poster dengan tag NFC pasif terpajang di depan toko buku itu. Dekatkan ponsel Anda, dan preview serta sinopsis pun dapat dibaca di ponsel sebelum Anda memutuskan untuk membeli atau tidak. NFC memberi kenyamanan dan kemudahan dalam promosi produk baru, membuat rumah Anda tidak dipenuhi brosur-brosur kertas yang juga tidak ramah lingkungan.
Amankah Penggunaan NFC?
Saat ini mungkin belum banyak yang tahu apa itu NFC, namun diprediksi dalam lima tahun ke depan, aplikasi NFC akan semakin luas di masyarakat. Pertanyaan yang kemudian mencuat, apakah aman menggunakan NFC yang semuanya dijejalkan dalam satu perangkat ponsel untuk bertukar data, memesan tiket, bahkan melakukan pembayaran secara mobile?
Tingkat keamanan NFC dipercaya sudah sangat tinggi dan aman untuk digunakan. Dengan spesifikasi keamanan yang sangat layak dan sertifikasi keamanan setiap melakukan download data dengan melalui TSM (Trusted Service Manager) maka penggunaan NFC akan sangat melindungi konsumen, terlebih bagi mereka yang benar-benar awam dengan apa itu NFC.
Kesimpulan
Pembaca tentu sudah mengerti apa itu NFC sekarang, mulai dari definisi, aplikasi, hingga tingkat keamanan yang ditawarkan. Keamanan dan kemudahan adalah aspek kehidupan yang selalu dicari oleh manusia. Dengan NFC, tentu hal tersebut sudah bukan sebuah mimpi belaka. Namun, perlu diketahui bahwa pergeseran sistem tentu bukanlah suatu hal yang bisa dilakukan dalam satu malam. Masih perlu sosialisasi dan meluasnya penggunaan NFC di berbagai aspek sebelum benar-benar bisa menggantikan posisi dompet, kartu kredit dan debit, tiket, dan kunci mobil yang berdesakan dalam tas pembaca. Kita hanya bisa menunggu saja kapan NFC akan mulai diaplikasikan dan dapat digunakan.

Kriptografi

kriptografi
Kemajuan teknologi di bidang komputer memungkinkan ribuan orang dan komputer di seluruh duniaterhubung dalam satu dunia maya yang dikenal sebagai cyberspace atau Internet. Begitu juga ratusan organisasi seperti perusahaan, lembaga negara, lembaga keuangan, militer dan sebagainya.Tetapi sayangnya, kemajuan teknologi selalu diikuti dengan sisi buruk dari teknologi itu sendiri. Salah satunyaadalah rawannya keamanan data sehingga menimbulkan tantangan dan tuntutan akan tersedianya suatusistem pengamanan data yang sama canggihnya dengan kemajuan teknologi komputer itu sendiri. Ini adalah latar belakang berkembangnya sistem keamanan data untuk melindungi data yang ditransmisikan melalui suatu jaringan komunikasi.

Ada beberapa cara melakukan pengamanan data yang melalui suatu saluran, salah satu diantaranya adalah kriptografi. Dalam kriptografi, data yang dikirimkan melalui jaringan akan disamarkan sedemikian rupa sehingga kalaupun data itu bisa dibaca maka tidak bisa dimengerti oleh pihak yang tidak berhak. Data yang akan dikirimkan dan belum mengalami penyandian dikenal dengan isitilah plaintext, dan setelah disamarkan dengan suatu cara penyandian, maka plaintext ini akan berubah menjadi ciphertext.

Kriptografi mempunyai sejarah yang panjang, mulai dari kriptografi Caesar yang berkembang pada zaman sebelum Masehi sampai kriptografi modern yang digunakan dalam komunikasi antar komputer di abad 20. Kata kriptografi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu kryptós yang berarti tersembunyi, dan gráphein yang berarti menulis. Jadi Kriptografi berarti penulisan rahasia. Ada dua cara yang paling dasar pada kriptografi klasik. Yang pertama adalah transposisi.
Transposisi adalah mengubah susunan huruf pada plaintext sehingga urutannya berubah. Contoh yang paling sederhana adalah mengubah suatu kalimat dengan menuliskan setiap kata secara terbalik.
Cara kedua adalah cara substitusi yaitu setiap huruf pada plaintext akan digantikan dengan huruf lain berdasarkan suatu cara atau rumus tertentu.

Ada dua macam substitusi yaitu polyalphabetic substitution cipher dan monoalphabetic substitution cipher. Pada polyalphabetic substitution cipher, enkripsi terhadap satu huruf yang sama bisa menghasilkan huruf yang berbeda sehingga lebih sulit untuk menemukan pola enkripsinya.
Pada monoalphabetic substitution cipher maka satu huruf tertentu pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain, sehingga pola enkripsinya lebih mudah diketahui, karena satu huruf pada ciphertext pasti merepresentasikan satu huruf pada plaintext.

Salah satu contoh cara substitusi adalah dengan dengan pergeseran huruf. Kita lihat pada gambar 4, urutan abjad ABCD…….Z bisa digeser sebanyak 1 huruf sehingga huruf A akan menjadi B, B akan menjadi C dan seterusnya. Pergeserannya bisa dibuat lebih banyak yaitu 2 huruf sehingga huruf A akan menjadi C, B akan menjadi D dan seterusnya. Pergeseran bisa lebih banyak lagi tergantung bagaimana kita merumuskannya. Cara pergeseran ini termasuk monoalphabetic substitution cipher di mana satu huruf pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain. Karena relasi antara huruf plaintext dan huruf ciphertext satu-satu, yang artinya suatu huruf plaintext pasti menjadi suatu huruf ciphertext tertentu, maka cara monoalphabetic substitution cipher sangat mudah dipecahkan.
Pada masa itu, sekitar tahun 1500-an atau 1600-an, kriptografi klasik seperti ini dianggap sudah cukup aman, karena belum banyak orang yang bisa menulis atau membaca. Kriptografi dilakukan terhadap huruf-huruf yang membentuk plaintext, mengubahnya dalam huruf lain kemudian dikirimkan ke pada penerimanya. Penerima harus mengetahui cara menyamarkan berita agar bisa mendapatkan berita aslinya kembali.

Artikel tentang kriptografi klasik ini dibuat sebagai pengenalan terhadap kriptografi yang akan dipublikasikan pada artikel berikutnya yaitu kriptografi modern. Kriptografi modern banyak digunakan dalam pengiriman informasi melalui Internet. Kriptografi modern berkembang bersamaan dengan berkembangnya teknologi komputer dan teknologi jaringan.
Seperti sudah dikatakan sebelumnya, pada kriptografi klasik, dua cara digunakan yaitu transposisi dan substitusi. Pada kriptografi modern, digunakan algoritma matematika yang juga pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya transposisi dan substitusi pada plaintext sama seperti pada kriptografi klasik.. Hanya bedanya, transposisi dan substitusi huruf pada kriptografi modern dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan algoritma matematika yang cukup rumit. Prinsip dasar dari kedua kriptografi sama yaitu melakukan transposisi dan substitusi pada huruf-huruf plaintextnya untuk menghasilkan suatu ciphertext.

Kriptografi Caesar
Salah satu kriptografi yang paling tua dan paling sederhana adalah kriptogtafi Caesar [KAHN96].
Menurut sejarah, ini adalah cara Julius Caesar mengirimkan surat cinta kepada kekasihnya Cleopatra.
Dalam kriptografi Caesar, maka setiap huruf akan dituliskan dalam huruf lain hasil pergeseran 3 buah huruf. Kriptografi Caesar ini adalah kriptografi substitusi karena setiap huruf akan digantikan huruf lain.
Sebagai contoh, huruf A akan digeser 3 huruf menjadi huruf D, B akan digeser 3 huruf menjadi E, J akan digeser menjadi M, O akan menjadi R dan seterusnya. Pergeseran ini juga berputar kembali ke awal abjad sehingga sesudah huruf Z diikuti kembali oleh huruf A. Kriptografi Caesar ini dikenal sebagai monoalphabetic substitution cipher karena satu huruf tertentu pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain.
Perubahan pada kriptografi Caesar bisa dituliskan sebagai berikut:
Jika Caesar akan menuliskan kalimat ‘I LOVE YOU’ maka akan dituliskan dalam kalimat ‘L ORYH
BRX‘.
Jika kita memberi nomor ke pada huruf-huruf abjad dan kita mulai dengan huruf A=0, B=1, C=2 dstnya
sampai dengan Z=25, maka kriptografi Caesar memenuhi rumus
C = (P + 3)
mod 26,
di mana C adalah nomor abjad ciphertext, P adalah nomor abjad plaintext .
Dan dekripsinya adalah
P = (C – 3)
mod 26.
Kripotogtafi Caesar ini kemudian berkembang di mana pergeseran tidak hanya 3 huruf tetapi ditentukan oleh suatu kunci yang adalah suatu huruf. Huruf ini yang menentukan pergeseran dari huruf pada plaintext. Jika kunci adalah A maka pergeseran adalah 0, B pergeseran adalah 1, C 2 dan seterusnya.
Rumus di atas tetap berlaku tetapi pergeseran huruf ditentukan oleh nilai pergeseran k dan bisa berubah-ubah sesuai kunci yang digunakan.
Ada dua macam substitusi pada kriptografi klasik yaitu polyalphabetic substitution cipher dan monoalphabetic substitution cipher. Pada polyalphabetic substitution cipher, enkripsi terhadap satu huruf yang sama bisa menghasilkan huruf yang berbeda sehingga lebih sulit untuk menemukan pola enkripsinya, contohnya pada kriptografi Vigenere yang akan diterangkan kemudian.
Pada monoalphabetic substitution cipher maka satu huruf tertentu pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain, sehingga pola enkripsinya lebih mudah diketahui, karena satu huruf pada ciphertext pasti merepresentasikan satu huruf pada plaintext. Contoh monoalphabetic subsitution cipher adalah kriptografi Caesar.

Salah satu cara untuk bisa memecahkan penyandian dengan cara monoalphabetic subsitution cipher adalah dengan melakukan analisa frekwensi munculnya huruf dalam suatu bahasa. Berapa sering suatu huruf muncul dalam suatu bahasa tertentu bisa memberi petunjuk huruf-huruf yang muncul pada ciphertext asal diketahui plaintext yang digunakan berbahasa apa. Agar diperoleh pendekatan yang maksimal, maka sebaiknya dilakukan terhadap ciphertext yang cukup panjang, karena jika plaintextnya terlalu pendek, maka tingkat ketelitiannya akan menjadi rendah.
Di bawah ini dilakukan analisa terhadap kemungkinan munculnya huruf dalam bahasa Indonesia. Dari 1000000 (satu juta) karakter, maka huruf ‘A’ menduduki peringkat tertinggi yaitu di atas 19%, huruf ‘N’ menduduki peringkat kedua yaitu sekitar 10% dan huruf ‘I’ menduduki peringkat selanjutnya yaitu 8%.

Jika kita melakukan kriptografi sustitusi dengan cara monoalphabetic substitution cipher, maka satu karakter dari ciphertext merepresentasikan satu huruf dari plaintext. Jika diketahui bahwa plaintextnya bahasa Indonesia dan dilakukan analisa frekwensi munculnya huruf terhadap ciphertext tersebut, maka prosentasi munculnya suatu huruf pada ciphertext akan mendekati prosentasi muculnya huruf yang diwakilinya dalam plaintext. Sehingga jika, pada ciphertext, huruf ‘D’ mendekati 19%, maka akan sangat mungkin bahwa huruf ‘D’ adalah huruf ‘A’, begitu juga dengan huruf-huruf lainnya.
Kriptografi Vigenere

Pada kriptografi Caesar pergeseran akan sama pada seluruh pesan. Jika kunci yang digunakan adalah huruf E, maka setiap huruf pada pesan akan bergeser 4 huruf. Begitu juga bila digunakan kunci-kunci lainnya. Pada kriptografi Vigenere, plaintext akan dienkripsi dengan pergeseran huruf seperti pada kriptografi Caesar tetapi setiap huruf di dalam plaintext akan mengalami pergeseran yang berbeda [Sta03].

Kunci pada kriptografi Vigenere adalah sebuah kata bukan sebuah huruf. Kata kunci ini akan dibuat berulang sepanjang plaintext, sehingga jumlah huruf pada kunci akan sama dengan jumlah huruf pada plaintext. Pergeseran setiap huruf pada plaintext akan ditentukan oleh huruf pada kunci yang mempunyai posisi yang sama dengan huruf pada plaintext.
Kriptografi Vigenere ini dikenal sebagai polyalphabetic substitution cipher, karena enkripsi terhadap satu huruf yang sama bisa menghasilkan huruf yang berbeda.
Pergeseran setiap huruf pada plaintext ditentukan oleh huruf pada posisi yang sama dan
pergeseran ini ditentukan oleh tabel yang sama dengan tabel pada kriptografi Caesar.
Rumus kriptografi Caesar tetap berlaku pada kriptografi Vigenere, baik pada enkripsi maupun dekripsi:
C=E(P)=(P+k)
mod26
P=D(C)=(C−k)
mod26
di mana P adalah plaintext, C adalah ciphertext, k adalah pergeseran huruf sesuai dengan huruf pada posisi huruf pada plaintext.
Sebagai contoh, jika plaintext adalah INI PESAN RAHASIA, maka jika kita gunakan kunci kata BESOK, maka kunci ini akan diulang sama panjang dengan plaintext. Setiap huruf pada kata BESOK mempunyai pergeseran yang berbeda, sehingga setiap huruf akan mengalami pergeseran yang berbeda. Huruf yang sama bisa menghasilkan cipher yang berbeda.
Ada cara lain untuk melakukan kriptografi Vigenere yaitu dengan menuliskan abjad berurutan dari A sampai dengan Z, kemudian kata kuncinya dituliskan secara vertikal di bawah huruf A. Setiap huruf dari kata kunci ini kemudian dilengkapi dengan abjad selanjutnya dalam urutan alfabet dan setelah huruf Z kembali lagi ke huruf A,B dan seterusnya. Untuk melakukan enkripsi terhadap suatu pesan, maka cari posisi setiap huruf pada plaintext pada baris paling atas, kemudian cari huruf pada lokasi yang sama di baris bawahnya.
Huruf pertama diubah dengan huruf yang ada pada posisi yang sama pada baris ke dua atau baris dari huruf pertama pada kata kunci.
Huruf ke dua pada plaintext dikonversi dengan huruf pada posisi yang sama pada baris selanjutnya.
Huruf ketiga dikonversi dengan baris ke tiga dan seterusnya. Jika semua baris sudah terpakai maka kembali ke baris paling atas dari kata kunci, sampai semua huruf pada plaintext dienkripsi.
Cara lain untuk melakukan kriptografi Vigenere adalah dengan menggunakan tabula recta sebagai berikut : Baris paling atas adalah alfabet dari A sampai dengan Z. Di baris ke dua, tuliskan alfabet mulai dengan B sampai dengan Z kemudian kembali ke A. Di baris bawahnya C diikuti alfabet selanjutnya sampai dengan Z dan kembali lagi ke A. Sampai huruf Z. Cara penulisan ini dikenal sebagai tabula recta. Kemudian enkripsi dilakukan sama dengan enkripsi menggunakan Table 4. Huruf-huruf pada kata kunci sebagai huruf pertama pada baris-baris pada tabula recta dan huruf-huruf pada plaintext dicari di baris pertama tabula recta.
Penggunaan lebih dari satu huruf dalam suatu enkripsi ini yang membuat kriptografi Vigenere disebut polyalphabetic cipher. Keuntungan dari kriptografi polyalphabetic cipher adalah sulitnya melakukan analisa frekwensi (frequency analysis) terhadap munculnya suatu huruf dalam ciphertext. Analisa frekwensi adalah suatu cara untuk melakukan cryptanalysis terhadap suatu ciphertext dengan menghitung berapa sering suatu huruf muncul pada ciphertext tersebut dengan memperbandingkan dengan berapa sering suatu huruf muncul dalam pesan atau tulisan normal. Contohnya jika huruf P sering muncul pada suatu ciphertext dalam bahasa Inggeris, huruf P ini sangat mungkin adalah huruf E, karena huruf E adalah huruf yang paling sering digunakan dalam tulisan-tulisan bahasa Inggeris.
Analisa frekwensi ini sulit dilakukan dalam kriptografi Vigenere karena satu huruf tertentu pada plaintext bisa berubah menjadi beberapa huruf-huruf lain pada ciphertext tergantung pada kata kuncinya, sehingga frekwensi suatu huruf yang muncul pada ciphertext tidak merepresentasikan suatu huruf pada plaintext. Kriptografi Vigenere ini bukan yang terbaik yang dihasilkan oleh Vigenere. Dia mengembangkan kriptografi lain yang dikenal sebagai kriptografi Autokey yang konon lebih handal dari pada kriptografi Vigenere, tetapi nama Vigenere sudah terlanjur melekat pada kriptografi sebelumnya. Sampai dengan kurun waktu 300 tahun, kedua kriptografi ini dianggap ‘unbreakable’, tetapi pada pertengahan abad 19, Charles Babbage dan Friedrich Kasiski secara terpisah mampu memecahkan cara penyandian ini.

Kriptografi Autokey
Kriptografi Autokey adalah pengembangan dari kriprografi Caesar dan Vigenere. Cara melakukan enkripsi sama dengan kedua kriptografi sebelumnya. Pada kriptografi Autokey juga digunakan sebuah kata sebagai kunci. Kunci ini kemudian diikuti dengan plaintext sehingga membentuk huruf-huruf yang sama panjang dengan plaintext. Urutan huruf-huruf ini yang akan digunakan sebagai kunci pada saat enkripsi.
Rumus yang berlaku untuk kriptografi Autokey sama dengan untuk Caesar dan Vigenere.
C=E(P)=(P+k)
mod26
P=D(C)=(C−k)
mod26
Contoh, jika plaintext adalah INI PESAN RAHASIA, maka jika kita gunakan kunci kata BESOK, maka kata BESOK akan disisipkan di depan plaintext INI PESAN RAHASIA. Kemudian enkripsi dilakukan sama dengan enkripsi Caesar dan Vigenere.

Kriptografi Reverse
Ini adalah contoh kriptografi klasik yang menggunakan transposisi yaitu mengganti satu huruf dengan huruf lain. Ini contoh yang paling sederhana dari transposisi yaitu mengubah suatu kalimat dengan menuliskan setiap kata secara terbalik.

Kriptografi Kolom
Pada kriptografi kolom (column cipher), plaintext disusun dalam kelompok huruf yang terdiri dari beberapa huruf. Kemudian huruf-huruf dalam kelompok ini dituliskan kembali kolom per kolom, dengan urutan kolom yang bisa berubah-ubah.

Kriptografi One-Time Pad
One-Time Pad adalah kriptografi yang merupakan perbaikan terhadap kriptografi Caesar. One-Time Pad menggunakan kunci yang mempunyai panjang sama dengan plaintext dan kunci ini hanya digunakan 1 kali. Karena itu, cara enkripsi ini dikenal sebagai One-Time Pad dan kriptografi ini tidak bisa dipecahkan karena kunci hanya digunakan satu kali sehingga tidak ada suatu pola tertentu.
Satu-satunya cara melakukan dekripsi adalah dengan mengetahui kunci yang digunakan.
Enkripsi dilakukan dengan cara sama dengan enkripsi Caesar, tetapi karena panjang kunci sama dengan plaintext, maka setiap huruf pada plaintext akan mengalami pergeseran yang berbeda.
Memang One-Time Pad adalah kriptografi yang tidak pernah bisa dipecahkan. Kunci hanya bisa digunakan sekali dan harus mempunyai panjang yang sama dengan plaintextnya. One-Time Pad ini biasanya digunakan dalam situasi yang kritis. Biasanya keputusan-keputusan militer seperti peluncuran peluru kendali nuklir di era perang dingin. Sampai sekarang One-Time Pad ini masih digunakan oleh kedutaan-kedutaan besar untuk pengiriman berita diplomatik.
Pada awalnya mengenkripsi digunakan oleh para raja-raja untuk mengirim pesan kepada para bawahan agar pesan tersebu tidak dapat dibaca oleh sang pengantar maka itu pesan itu harus diatur sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk pesan yang berbeda. Contoh yang paling sederhana yang dapat kita ambil dari kesimpulan di atas adalah
AW D* AL AX P<>
Coba perhatikan pesan di atas, apakah anda dapat membaca pesan yang saya buat? Tentu pesan tersebut tidak dapat terbaca kalaupun terbaca tidak akan terbentuk kata-kata yang jelas.
Sekarang kita akan mencoba membacanya coba hilangkan karakter W, *, L, X.<, ?, Z, G, F, maka cob abaca ulang pesan tersebut yang terbaca adalah ADA APA SIH!
Itu adalah contoh yang paling sederhana, enkripsi yang dilakukan pada waktu masa romawi kuno. Tapi sekarang enkripsi dilakukan pada computer yang paling mudah di temukan enkripsi yang terjadi pada file virus, agar file tersebut tidak dapat terdeteksi oleh anti-virus file virus tersebut harus diubah format filenya yaitu dengan menggunakan enkripsi sehingga file virus bukan sebagai virus tetapi hanya dianggap file saja.